Sempat Buron 11 Hari Pelaku Penggelapan Pajak Diringkus dari Rumah Mertua

[Foto: Hermanto Turnip]
Tersangka FS duduk di ruang tunggu Polres Toba Samosir.

TOBASA – Aparat Polres Tobasa menangkap tersangka DPO Polres Metro Jakarta Utara berinisial FS. Tersangka ditangkap di rumah mertuanya di Kecamatan Silaen, Sabtu malam sekira pukul 18.30 WIB. Selain tersangka, polisi juga mengamankan satu senjata jenis air softgun.

Kemudian pada Minggu malam (27/1) FS dibawa ke Medan oleh tiga orang polisi dari Polres Jakut, yakni Aipda Joko, AKP Sukardi dan Aiptu Hartono.

Penangkapan tersangka dibenarkan Kapolres Tobasa AKBP Budi Suherman. Budi mengatakan, FS adalah tersangka Polres Metro Jakarta Utara dalam kasus penggelapan pajak perusahaan. Berdasarkan pengakuan tersangka, kasus ini bermula atas laporan Parni Simanjuntak, warga Jakarta sekaligus korban.

Ceritanya, FS menggunakan perusahaan Parni Simanjuntak saat tender pengadaan komputer di Dinas Pendidikan Tahun 2009 dengan pagu Rp178 juta. Hingga pengadaan tender selesai, perusahaan milik Parni yang digunakan FS tidak membayar kewajibannya berupa pajak penghasilan.

“FS tidak membayarkan pajak perusahaan itu, nilainya sebesar Rp16 juta. Sehingga dia (FS) dilaporkan atas dasar penggelapan pajak,” kata Budi, Senin (28/1) di Mapolres Tobasa. Sebelumnya, sejumlah wartawan mempertanyakan tentang senjata yang dimiliki oleh tersangka. Kapolres sempat mengungkapkan bahwa tersangka tidak memiliki senjata dimaksud. Selanjutnya, Budi kemudian mengkonfirmasi anggotanya yang ikut menangkap FS di rumah mertuanya.

“Ya benar, tapi bukan senjata api tapi jenis air softgun. Barang bukti sudah kita serahkan berikut tersangka kepada juper dari Jakarta Utara. Serah terimanya lengkap sama kita,” katanya.

Kapolres mengatakan, status tersangka FS bukanlah DPO Polres Metro Jakarta Utara. Tersangka sebelumnya telah mendapat penangguhan penahanan dari Juper (Aipda Joko). Tersangka izin mengurus bisnisnya ke Provinsi Papua.

“Tapi karena kasus ini dinyatakan sudah lengkap, maka Juper meminta untuk hadir di Polres Metro Jakarta Utara. Penasehat hukum tersangka mengkontak FS dan mengatakan dia sedang berada di Tobasa. Atas saran penesahat hukum, tersangka untuk sementara berdiam dulu di Tobasa,” papar Budi.

Terpisah, Parni Simanjuntak saat dihubungi mengatakan hal berbeda dengan penjelasan Kapolres. Menurut Parni, Polres Metro Jakarta Utara telah mengeluarkan surat Daftar Pencarian Orang (DPO) atas nama Fris Simanjuntak bersama Sopia Bernike Napitupulu (istri tersangka) tertanggal 17 Januari.

“Aparat Polres Jakut telah mencari keberadaan tersangka yang disebut berada di Papua. Istri tersangka yang dikabarkan sedang berada di RS juga tidak benar. Sehingga polisi mengeluarkan daftar pencarian atas keduanya,” jelas Parni.

Atas penggelapan pajak perusahaan yang dilakukan oleh FS, dia merasa dirugikan. Sebab kredibilitas perusahaan miliknya hingga saat ini menjadi diragukan. “Perusahaan saya menjadi terganggu dalam menyusun laporan pajak perusahaan,” ungkapnya. (cr-03)

Komentar