Setiap Hari, 400 Bayi Lahir di Sumut

(FOTO: EKO SIRAIT)
Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho, disambut para pedagang di Pasar Tradisional Air Joman Kabupaten Asahan, Kamis (18/10).

KISARAN – Berdasarkan perhitungan pemerintah, diperkirakan sedikitnya 400 bayi lahir setiap hari di Sumatera Utara. Tak heran, pertambahan penduduk terjadi begitu cepat hingga menempatkan Sumut dalam posisi ke empat provinsi dengan populasi dan pertumbuhan penduduk tertinggi. Hal itu diungkapkan Deputi Adpin BKKBN Pusat Drs. Ardianto, saat memberikan sambutan pada peresmian Grebek Pasar Tradisional Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) BKKBN di Kecamatan Air Joman Kabupaten Asahan, Kamis (18/10).

Ardianto menjelaskan, untuk hitungan per bulan yang dilakukan pemerintah, kelahiran di Sumut mencapai 12 ribu bayi per bulan, setahun 245 ribu per tahun.  “Di tingkat Nasional, rasionya mencapi 350 kelahiran per jam, dengan angka kematian ibu melahirkan mencapai 228 dari 100 ribu kelahiran,” katanya sembari menekankan, perlunya penekanan laju pertumbuhan pendudukan dengan KB. Sehingga generasi bangsa bisa tumbuh dengan sehat, cerdas dan berkualitas.

Sedangkan Kepala BKKBN Sumut Drg Wiwidiyono MKES kepada sejumlah pedagang menerangkan, betapa penting untuk ber KB. Kata dia, dewasa ini memiliki 2 orng anak sudah cukup. Karena, akan lebih memudahkan upaya untuk meraih kesejahteraan. Berkaitan dengan tingkat kelahiran di Indonesia yang sangat tinggi, Drs Wiwiyono menjelaskan, Indonesia berada pada posisi ke 4 secara global untuk Negara yang memiliki tingkat pertumbuhan (kelahiran,red) tertinggi setelah Cina, India, Amerika Serikat.

Sesuai sensus tahun 2010,  jumlah penduduk Indonesia mencapai 245 Juta jiwa. Dengan angkat kematian pada ibu melahirkan masih tinggi  se-Asia berdampingan Thailand dan Fhilipina.

Plt Gubernur Sumut Gatot Pudjo Nugroho dalam kesempatan itu menegaskan, tahun 2015 mendatang, Indonesia akan menghadapi Komunitas Asean atau yang dikenal dengan Asean Free Trade (perdagangan bebas). Sekaitan dengan itu, mau tidak mau generasi Indonesia atau khususnya Sumut harus  bisa lebih baik agar mampu bersaing dalam menghadapi era itu. “Jika kita tak mampu bersaing. maka hasil kekayaan Sumut akan diambil oleh pihak asing,” katanya.

Terkait kegiatan Gerebek Pasar Air Joman, yang ditujukan sebagai ajang sosialisasi, Gatot menegaskan pihaknya mendukung kegiatan semacam itu digalakkan di seluruh Sumut dengan menjadikan pasar sebagai target operasi. Sebab, menurut Gatot, dari segi efisiensi, akan sangat baik jika di pasar dilakukan penyuluhan KB.

Terkait kunjungannya ke Asahan, yang oleh sejumlah orang dikait-kaitkan dengan isu pencalonan kembali menjadi Gubernur Sumut mendatang, Gatot yang diwawancarai saat berjalan dari Pasar Air Joman menuju kantor Camat tidak memberikan jawaban pasti dan hanya tersenyum. (CK-3/Sus/Ing)