Siantar-Perdagangan Lumpuh Total

[FOTO: EKO HENDRIAWAN]
LONGSOR – Kondisi tanah longsor di Jalan Asahan Km 20 semakin hari kian parah, Senin (17/12).

SIMALUNGUN – Kondisi tanah di sekitar jembatan Jalan Asahan kilometer 20 yang longsor kian terkikis air. Kini jalur yang menghubungkan Siantar dengan Perdagangan lumpuh total. Hal tersebut terjadi karena pihak kontraktor dari CV Tri Jaya Putra sedang melakukan pengerajaan untuk penanaman paku bumi di dasar jembatan, Senin (17/12).

Amatan METRO, saat ini seluruh pengendara terpkasa melintas dari jalur alternatif melalui areal perkebunan PT Sipef. Tampak di pintu masuk dan keluar baik dari arah Siantar maupun Perdagangan, lokasi menuju jalur alternatip terlihat ramai.

Ironisnya, pada malam hari, pengendara harus lebih ekstra hati-hati, karena palang menuju jalur alternatip sudah ditutup pihak kebun. Alasannya mereka takut kalau malam buah kelapa sawit yang berada di areal perkebunan hilang.

Pernyataan itu disampaikan, B Samosir (35) warga sekitar. Dia mengatakan, dengan kondisi tanah longsor di sepanjang bahu jalan kurang lebih 500 meter menuju jembatan km 20, jalur alternatif yang disediakan PT Sipef hanya berlaku siang hari.

Sementara kalau malam, palang sudah ditutup. Dengan kondisi tersebut, khususnya pengendara roda empat harus rela memutar dari Simpang Bah Jambi. Itu pun maksimal muatan 25 ton, yang melintas dari jembata hanya pengedara roda dua.

“Plang PT Sipef buka waktu siang aja Bang. Kalau malam ditutup, alasannya mereka takut kehilangan buah kelapa sawit,” terang Samosir. Truk yang bertonase di atas 20 ton sudah beralir jalur dari Jalan Medan, ada yang masuk dari Serbelawan ada juga yang memilih sampai ke Kota Tebing Tinggi.

Untuk lokasi jembatan yang mengalami longsor masih mengundang perhatian warga. Keramaian tampak ketika cuaca hujan reda, tak jarang tanah di sekitar jembatan masih bergerak sedikit demi sedikit sampai menumbangkan beberapa pohon kelapa sawit.

Ketika konfirmasi kepada Camat Gunung Malela Roni Rudianto Butarbutar, dia mengatakan surat pemberitahuan perkembangan situasi longsor selalu diterima dari Pangulu Pematang Shakuda. Selanjutnya diinformasikan ke Dinas PU Bina Marga Provinsi.

Dengan kejadian ini, laporan ulang akan terus di kirim. “Kita selalu laporkan perkembangan kejadian ke Dinas PU Bina Marga Provinsi,” katanya.

Sementara Kapolsek Bangun AKP Hitler Sihombing mengatakan, dengan kondisi demikian, untuk operasi lilin tahun ini pihakya sudah membuat tim peninjau tanah longsor di sekitar jembatan kilometer 20.

“Kita tetap pantau kondisi longsor tersebut, karena masih dalam pengerjaan perbaikan, personil dialihkan ke tempat rawan tindak kriminalitas,” ujar Kaposlek. (mag-4)

Komentar