Siswa SMA Nanti Bebas Pilih Mata Pelajaran

Hamid Muhammad

JAKARTA – Para siswa jenjang pendidikan menengah khususnya Sekolah Menengah Atas (SMA) pada tahun mendatang dapat memilih mata pelajaran (mapel) sendiri sesuai bakat dan minatnya masing-masing.

”Kelompok minat ini dipilih oleh siswa sesuai dengan bakat dan minatnya.Jadi lebih fleksibel dari penjurusan,”kata Dirjen Pendidikan Menengah (Dikmen) Kemendikbud Hamid Muhammad kepada wartawan di kantor Kemendikbud ,Jakarta, Senin (3/12) saat ditanya perkembangan kurikulum 2013.

Ia menjelaskan saat ini siswa SMA masih terjebak tiga kelompok yakni jurusan IPA, IPS dan Bahasa. Namun dalam kurikulum tahun depan penjurusan ini akan dihilangkan dan diganti dengan kelompok peminatan.

Ini artinya siswa yang memilih jurusan IPA boleh mengambil mata pelajaran dari jurusan IPS seperti Ekonomi, Sosiologi, Akuntansi dan Sejarah dan begitu pula sebaliknya dengan jurusan Bahasa dan IPS.

Tetapi,kata Hamid hal ini masih belum final karena saat ini revisi kurikulum masih dalam tahap uji publik. Ia menjelaskan saat ini seluruh sekolah sudah online sehingga bila tidak setuju dengan kelompok peminatan agar segera diajukan.

”Kita mendorong ke peminatan karena tidak tertutup kemungkinan anak yang sudah masuk IPA tertarik pelajaran Ekonomi. Padahal anak IPA bagus juga jika mempelajari masalah ekonomi dan sosial,juga memperkuat kemampuan bahasanya,”cetusnya.

Ia mengungkapkann pihaknya melihat sarana prasana sekolah di perkotaan sudah bagus dan juga kebutuhan gurunya sudah terjamin maka wacana kelompok peminatan ini tidak akan terkendala. Berbeda dengan sekolah di perbatasan dan daerah terpencil yang masih butuh intervensi dari pemerintah tentu tidak semudah itu melakukan kelompok peminatan di sekolah.

Hemat dia, seandainya wacana ini terlaksana maka pemerintah mesti menyiapkan penambahan sarana dan prasarana dengan melihat bukan dari jumlah sekolahnya melainkan jumlah rombongan belajarnya (rombel).

Selain itu pemerintah akan menambah jumlah guru. Konsekuensinya, jumlah guru mata pelajaran yang tidak diminati siswa akan dikurangi. Namun hal ini akan dibahas lebih lanjut agar tidak menimbulkan konflik pada guru-guru tersebut. (mdc/int)