Siswi SMA HKBP Dibunuh Lalu Disetubuhi Pacar

Dicekik, Dipukul dan Diseret ke Kebun Kopi

Tohap Sinaga

PARAPAT – Kasus kematian Eviwati br Sitorus (19), siswi kelas III SMA HKBP Parapat, akhirnya terungkap. Korban yang ditemukan tewas dengan kondisi setengah bugil di ladang kopi tak jauh dari rumahnya pada Senin (19/8), ternyata adalah korban pembunuhan. Ironisnya, setelah dicekik dan dipukul hingga tewas, jasad korban diseret ke kebun kopi lalu diperkosa oleh pelaku.

Pelaku pembunuhan gadis manis itu tak lain adalah pacar korban bernama Tohap Sinaga (22), warga Sosor Panopaan, Kelurahan Girsang, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Simalungun.

Pelaku diciduk tim buser Polsek Lumba Julu yang dipimpin IPDA BE Sinaga, ketika lagi asik menonton pertandingan bola kaki Mansur Cup di salah satu warung di sekitar lapangan bola Girsang Dua, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Jumat (23/8) sekira pukul 15.40 WIB.

Saat diinterogasi, Tohap Sinaga mengakui perbuatannya telah membunuh korban. Pelaku juga mengakui bahwa dalam melakukan pembunuhan tersebut ia bertindak sendiri. Sementara motif dari pembunuhan itu akibat pelaku kesal karena korban sering kali meminta uang kepadanya, dengan ancaman akan diputuskan cintanya bila uang yang diminta tak diberi.

“Korban pertama kali meminta uang kepada saya sebesar Rp125 ribu, lalu Rp100 ribu dan terakhir meminta uang Rp125 ribu. Jika tak diberi saya hubungan diputuskannya. Dari mana uang saya sebanyak itu, sementara pekerjaan hanya buruh tani dan mocok–mocok,” terang pelaku.

Diceritakan pelaku, sebelum melakoni aksi sadinys, ia pergi naik Angdes Parsito untuk menemui korban. Kemudian setelah bertemu, korban meminta uang kepadanya sehingga membuat pelaku emosi. “Kami ketemu tak jauh dari rumahnya. Karena emosi dimintai uang terus, ku cekik dia. Setelah itu ku pukul dan ku seret di ke kebun kopi. Lalu setelah tak begerak lagi ku setubuhi dia,” aku Tohap Sinaga sembari tertunduk.

Setelah melakukan pembunuhan tersebut, Tohap mengaku pulang ke kediamannya dengan berjalan kaki lantaran angdes sudah tidak ada lagi yang lewat.
Terpisah, Kapolres Tobasa AKBP Edy Faryadi mengatakan pihaknya masih mendalam kasus tersebut. “Kepada keluarga korban kita berharap sabar. Pokoknya kita akan menangani kasus ini secara propesional,” janji Kapolres Tobasa.

Sementara P Sitorus, Kepala Desa Huta Rara, Desa Aek Natulu Jaya, Kecamatan Lumba Julu, Kabupaten Tobasa, tempat korban berdomisili, mengucapkan terima kasih kepada jajaran kepolisian yang telah berhasil mengungkap identitas pelaku pembunuhan warganya Eviwati Br Sitorus.

“Kami sangat berterimakasih kepada Polsek Lumban Julu yang berhasil mengungkap pembunuh Eviwati br Sitorus. Kami berharap agar mengungkap motif pembunuhan sebenarnya dan pelaku dihukum dengan setimpal sesuai perbuatannya,” ujar kepala desa diamini keluarga korban dan warga lainnya.(jantro/nasa)

Komentar