Sumut & Jabar Lolos ke Enam Besar

Nama-nama tim yang lolos ke babak enam besar cabang sepakbola PON XVIII Riau akhirnya diputuskan. Tim Jawa Barat dinyatakan lolos, sedangkan Jawa Timur harus tersingkir.

Soal tim mana yang lolos memang sempat jadi polemik. Tim Jabar, yang menjuarai Grup B, merasa berhak atas satu tempat di babak selanjutnya. Di sisi lain, Tim Jawa Timur menilai Jabar harus didiskualifikasi karena telah melanggar keputusan Dewan Hakim PON. Kalau Jabar didiskualifkasi, Jatim yang berstatus peringkat ketiga Grup B akan lolos. Hingga Rabu (12/9) malam, PB PON dan pihak panpel tak mampu mengatasi masalah ini. Akibatnya, technical meeting yang sedianya membahas persiapan babak enam besar akhirnya ditunda.

Dalam technical meeting lanjutan pada Kamis (13/9) di Kantor TNI AU Pekanbaru, akhirnya diputuskan bahwa Jabar tetap lolos ke babak enam besar sebagai Juara Grup B. Lima tim lain yang lolos adalah Papua, Kalimantan Timur, Jambi, Sumatera Utara, dan Jawa Tengah. Ketua Panitia Pertandingan Sepakbola PON XVIII, Satar Taher, menyatakan bahwa technical meeting terpaksa digelar di Kantor TNI AU karena untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Pasalnya, rencana technical meeting di Kantor PB PON dibatalkan karena ancaman demonstrasi yang dilakukan pendukung Jatim.

“Enam tim sepakat dengan babak enam besar yang digelar mulai malam ini antara Papua versus Jabar,” terang Satar saat ditemui di Media Press Centre, Jalan Sudirman, Pekanbaru. Satar menambahkan, pihak Jatim sudah mengetahui dan sudah mulai melunak terkait keputusan ini. Menurutnya, pertandingan sepakbola PON memang harus segera dilanjutkan. Pasalnya, jadwal sudah semakin mepet. “Jawa Timur sudah tahu. Ini keputusan resmi. Semalam mereka masih keras. Tapi, sekarang sudah melunak,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, Ketua Bidang Hukum KONI Jabar Agus Sihombing mengatakan, lolosnya Jabar ke babak enam besar karena kualitas dan kemampuan menjuarai Grup B dengan menyisihkan juara bertahan Jatim. “Ini murni lolos karena kemampuan Jabar sebagai tim. Kami juara grup lho,” katanya.

Agus membantah anggapan lolosnya Jabar karena intervensi pihak tertentu seperti adanya permintaan Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman. Dia menegaskan, hal itu hanya karena beberapa pihak tidak senang dengan prestasi Jabar di PON kali ini. “Enggaklah mas. Kami lolos karena sebagai tim,” tuturnya. (*)