Taput Usulkan Penerimaan 465 CPNS

Jamilin Purba

TAPUT – Penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) Pemkab Taput 2013 dinilai akan semakin membengkakkan belanja pegawai. Saat ini saja, dari sebesar Rp807 miliar  APBD Taput tahun 2013, sekitar 50 persen digunakan untuk gaji pegawai atau belanja tidak langsung.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Taput Jamilin Purba yang dikonfirmasi di kantornya, Selasa (11/6)  kepada METRO mengatakan, Pemkab Taput tahun 2013 memang telah mengajukan penerimaan 465 CPNS dari berbagai jurusan. Dari semua formasi yang diusulkan itu, kebanyakan dari tenaga pendidik dan medis.

“Jumlah yang kita usulkan itu sudah sesuai dengan kebutuhan Pemkab Taput saat ini,” katanya.
Menurut Jamilin, penambahan PNS sudah sangat wajar mengingat penerimaan CPNS untuk Pemkab Taput terakhir pada tahun 2010. Sementara itu, pada tahun 2011 hingga tahun 2013, sudah banyak PNS yang pensiun.

“Rata-rata setiap tahunnya, PNS yang pensiun sekitar 100 orang,” katanya. Dia menerangkan, saat ini jumlah PNS Pemkab Taput sebanyak 6.241 orang . Jumlah itu, katanya, memang sudah merupakan jumlah yang banyak. Namun, kata dia, jumlah itu belum dapat dibagi untuk melayani jumlah masyarakat di Kabupaten Taput.

“Apalagi untuk sekolah. Banyaknya jumlah sekolah di Taput ini tentunya juga akan membutuhkan banyak guru PNS,” paparnya. Jamilin mengakui, pada saat mengajukan usulan penerimaan CPNS ke Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara, BKD Taput sempat ditanyakan mengenai jumlah belanja langsung Pemkab Taput yang sudah mencapai lebih dari 50 persen.

“Namun seperti yang saya bilang tadi, memang pengusulan itu sesuai dengan kebutuhan kita. Dan saya rasa bukan cuma daerah kita yang belanja tidak langsungnya di atas 50 persen itu,” paparnya.

Sementara itu, anggota DPRD Taput Charles Simanungkalit mengatakan, rencana Pemkab Taput mengusulkan penambahan PNS sudah diketahuinya. Ia mengutarakan, dengan tingginya belanja pegawai, seharusnya tidak dibenarkan penambahan PNS. “Kalau pun nanti ada penambahan PNS, kita harapkan agar formasi yang difokuskan kepada penerimaan guru,” katanya. (Cr-02/osi)