Terkait Gugatan Pinondang-Ampuan ke KPU Taput

Hari Ini, DKPP Gelar Sidang Terbuka

Pasangan Pinondang Simanjuntak/Ampuan Situmeang saat berada di Kantor Bawaslu Pusat.

TAPUT – Hari ini, Senin (19/8), Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menggelar sidang terbuka untuk gugatan pasangan bakal calon Bupati/Wakil Bupati Tapanuli Utara, Pinondang Simanjuntak/Ampuan Situmeang terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) Taput di Jakarta.

Gugatan itu terkait tidak disahkannya dukungan sejumlah partai politik pendukung yang diusung pasangan Pinondang Simanjuntak/Ampuan Situmeang saat mendaftar ke KPU Taput, tanggal 6 Agustus lalu.

Di mana imbasnya, KPU Taput tidak meloloskan pasangan itu menjadi pasangan calon Bupati/Wakil Bupati yang akan ikut bertanding pada Pemilukada yang akan digelar 10 Oktober mendatang.

Ketua KPU Taput Lamtagon Manalu, saat dihubungi METRO Sabtu (17/8), mengatakan bahwa pihaknya sudah mendapat pemberitahuan dari DKPP perihal sidang tersebut. “Ya, kita sudah mendapat pemberitahuan dari DKPP. Sidangnya akan digelar Senin (19/8) di DKPP,” ujar Lamtagon.

Ia mengaku, dirinya bersama sejumlah anggota KPU Taput lainnya akan berangkat ke Jakarta untuk menghadiri sidang tersebut. ”Kita akan berangkat (ke Jakarta) menghadiri sidang itu,” tegasnya.

Sebelumnya, Kores Tambunan SH selaku kuasa hukum pasangan Pinondang/Ampuan, saat dihubungi METRO, Jumat (16/8) melalui telepon selulernya membenarkan jadwal sidang tersebut. ”Ya, gugatan kita sudah diregister DKPP. Senin (19/8) akan disidangkan pukul 16.00 WIB di Gedung DKPP. Gugatannya nomor 170,” tandas Kores Tambunan.

Disebutkan, bahwa materi gugatan yang disampaikan ke DKPP menyangkut dugaan pelanggaran kode etik komisioner KPU Taput untuk proses pelaksanaan verifikasi dan faktual persyaratan administrasi dukungan Parpol yang didaftarkan pasangan Pinondang Simanjuntak/Ampuan Situmeang.

”Dugaan pelanggaran kode etik proses verifikasi itu menyangkut hasil verifikasi dan faktual dukungan Partai Perjuangan Indonesia Baru (PPIB), Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN), Partai Barnas dan Partai Buruh,”sebut Kores.

Ia menjelaskan, atas hasil verifikasi dan penetapan dukungan sah ke empat parpol itu, diduga kuat komisioner KPU Taput melanggar azas kemandirian, azas kepastian hukum, transparansi dan independensi. ”Itulah kode etik yang kami duga kuat dilanggar komisioner KPU Taput,” paparnya.
Selain itu, Kores juga menyebut, bahwa klien mereka diduga kuat telah dengan sengaja untuk tidak diloloskan mengikuti Pemilukada Taput. ”Dugaan kita, ada rencana sistematis untuk menggagalkan pasangan Pinondang/Ampuan.

Kenapa..? sebagai contoh, untuk hasil verifikasi dan faktual dari PPIB yang dinyatakan mendukung pasangan bakal calon lain. Padahal, sesuai dengan berita acara verifikasi yang ditandatangani dua komisioner KPU Taput, Lamtagon Manalu dan Lambas JJ Matondang dengan pengurus DPN PPIB, jelas menyatakan dukungan yang sah kepada pasangan Pinondang/Ampuan. Tapi kenyataannya, pada saat pleno KPU Taput, ditetapkan ke pasangan lain,” bebernya.

Untuk menghadapi sidang Senin (19/8) mendatang, Kores Tambunan mengaku sangat optimis gugatan mereka akan dikabulkan.”Karena kita sudah memiliki bukti-bukti kuat dalam gugatan itu,” katanya. (hsl/nasa)