Terkait Pengunjukan Calon Bupati

Ketua DPP PDS Gugat Rekomendasi Partai

Jose Silitonga

TAPUT – Jose Silitonga ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Damai Sejahtera (PDS) Bidang Advokasi HAM merasa dizolimi partainya sendiri. Pasalnya, dalam hal mengeluarkan rekomendasi partai mengunjuk orang yang diusung dalam Pilkada Taput, DPP tidak dilibatkan.

Sementara, sesuai AD/ART, dalam mengeluarkan rekomendasi harus melalui rapat bersama DPP dan pengurus pusat PDS.

Kepada METRO, Minggu (26/5), Jose mengatakan bahwa dalam pengunjukan Sahat Sinaga sebagai orang yang direkomendasikan PDS untuk maju dalam Pilkada Taput tidak melalui rapat bersama dengan DPP. Sahat diunjuk langsung oleh pengurus pusat PDS, diduga karena alasan kedekatan.

“Sesuai AD/ART, mengeluarkan rekomendasi harus melalui rapat bersama pengurus pusat dan DPP. Sementara pengunjukan Sahat Sinaga tidak melalui rapat bersama,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sebelumnya partai mengunjuk dirinya untuk maju sebagai bakal calon bupati Taput. Dan, hal itu mendapat dukungan secara lisan dari pengurus pusat dan pengurus DPP.

“Terkait rekomendasi terhadap Sahat Sinaga, saya sudah layangkan gugatan kepada mahkamah partai dan DPP Bidang Hukum, meminta membatalkan rekomendasi tersebut. Karena tidak sesuai dengan mekanisme yang diatur dalam AD/ART,” katanya.

“Kalau tidak diselesaikan secara internal, saya akan membawanya ke jalur hukum,” tegasnya. Ia mengaku, dirinya dizolimi pengurus pusat. Yang mana dewan pembina, dewan penasehat, ketua umum dan kepala bidang pemenangan pemilu PDS, secara lisan telah menyatakan dukungan terhadap dirinya. Sejak mendapat dukungan, ia pun mulai melakukan pendekatan terhadap masyarakat Taput.

“Sejak tahun 2012 saya sudah menyatakan keinginan untuk maju dari PDS di Pilkada Taput. Pihak terkait di partai pun sudah menyatakan dukungannya. Tetapi tiba-tiba, Sahat Sinaga sebagai sekjen pengurus pusat yang diunjuk untuk maju,” ungkapnya dengan kesal.

Ia mengaku sangat kecewa dengan tindakan pengurus pusat. Sahat Sinaga yang sebelumnya tidak ada rencana untuk maju, tiba-tiba diunjuk.

“Padahal saya sudah melirik partai lain untuk ikut mengusung saya maju. Kita menilai pengurus pusat tidak profesional. Dan atas kejadian ini, saya juga merasa kurang enak dengan konstituen yang saya bina,” ucapnya.

Terpisah, sekjen pengurus pusat PDS Sahat Sinaga, mengakui bahwa dirinya telah mendapat rekomendasi dari partai untuk diusung maju sebagai bakal calon bupati Taput.

“Memang saya diperintahkan ketua umum PDS untuk bersosialisasi mempersiapkan diri maju dalam Pilkada Taput. Rekomendasi partai sudah ada, dan nanti kita tunjukkan,” katanya.

Disinggung apakah dirinya pernah menyatakan dukungan secara lisan kepada Jose Silitonga, ia membantahnya.

“Ketua umum saya belum pernah memberikan rekomendasi atau secara lisan kepada siapapun untuk diusung di Pilkada Taput. Nah, saat ini saya ditugasi dan direkomendasi ketua umum. Secara garis partai, kalau itu perintah ketua umum semua harus mematuhi,” tegasnya. (cr02/osi)

Komentar