Tim Sekolah Kalah di LPI, Personil Satpol PP Dikeroyok Suporter

Ilustrasi

RANTAU – Pertandingan sepakbola mempertemukan tim SMAN 1 Pangkatan dan tim SMAN 2 Rantau Selatan berakhir dengan bentrokan antar suporter, Selasa (2/4) sekira 17.00 WIB.

Personil Satpol PP Pahmi dan rekannya Ade Azhari yang turut mengamankan bentrokan diserang puluhan pria membawa parang panjang, menumpang 3 unit angkot jurusan Rantauprapat-Sigambal (Kopex).

Informasi yang dihimpun, Selasa (2/4) malam, bentrokan bermula ketika tim sepakbola dari SMAN 2 Rantau Selatan bertanding dengan tim sepak bola dari SMAN 1 Pangkatan.

Namun pertandingan kedua tim yang berlaga di Liga Pendidikan Indonesia (LPI) se-Labuhanbatu tahun 2013 tersebut berlangsung imbang, sehingga pemenangnya ditentukan melalui adu finalti.

“Awalnya pertandingan kedua tim itu seri dengan skor 0-0. Maka wasit memutuskan adu pinalti,” ujar Andreas (21). Warga Kelurahan Binaraga yang turut menyaksikan pertandingan tersebut di lapangan Binaraga Rantauprapat.

Saat adu pinalti berlangsung, tim dari SMAN 1 Pangkatan akhirnya berhasil mengandaskan perlawanan tim dari SMAN 2 Rantau Selatan dengan skor 2-1. Tim sepakbola dari SMAN 2 Rantau Selatan dinyatakan gugur pada babak penyisihan 16 besar LPI se-Labuhanbatu.

Tak terima atas kekalahan itu, suporter dari tim SMAN 2 Rantau Selatan saling ejek dengan para suporter tim dari SMAN 1 Pangkatan, hingga berujung bentrok. “Sudah sempat bentrok, masing-masing suporter saling lempar botol air mineral dan batu,” kata Andreas.

Namun bentrokan tiba-tiba berbalik arah, setelah sejumlah petugas Satpol PP yang berjaga mengamankan jalannya pertandingan mencoba mengamankan sejumlah suporter dari SMAN 2 Rantau Selatan yang diduga sebagai provokator kerusuhan.

“Nah, saat itu, malah yang bentrok, petugas Satpol PP dengan sejumlah anak muda dari suporter tim SMAN 2 Rantau Selatan yang dicoba diamankan,” jelas Andreas. Dijelaskan Andreas, ternyata sejumlah suporter dari tim SMAN 2 Rantau Selatan yang diamankan petugas Satpol PP itu menyimpan dendam.

Diduga, para pelajar itu sengaja memanggil rekannya dari Sigambal, Kecamatan Rantau Selatan, untuk menghajar beberapa orang anggota Satpol PP yang sempat bentrok dengan mereka.

Hingga akhirnya, dua orang petugas Satpol PP yakni Pahmi, warga Kelurahan Siringoringo Kecamatan Rantau Utara dan rekannya Ade Azhari, warga Kelurahan Aek Paing Rantau Utara, tiba-tiba diserang puluhan pria membawa parang panjang dengan menumpangi 3 unit angkot jurusan Rantauprapat-Sigambal (Kopex), sepulangnya dari lapangan Stadion Binaraga tersebut.

“Dua anggota Satpol PP yang berboncengan naik sepeda motor itu awalnya dicegat massa 3 Kopex di Simpang Jalan Urip. Tapi pas di Simpang Urip itu mereka berhasil melarikan diri.

Setelah dikejar, mereka akhirnya ditangkap dan dikeroyok persis di Simpang Gang Sepakat Kelurahan Siringo-ringo,” ujar Jeri (25), warga Kelurahan Siringo-ringo yang sempat mengikuti aksi pengeroyokan dua anggota Satpol PP tersebut.

Aksi pengeroyokan yang dilakukan puluhan massa menumpangi 3 unit angkot itupun membuat arus lalulintas di Simpang Gang Sepakat Kelurahan Siringoringo macet total selama beberapa menit.

Puas menganiaya kedua anggota Satpol PP itu, para pelaku pengeroyokan kabur meninggalkan Fahmi yang telah babak belur dan mengalami luka gores sabetan parang di bagian lehernya. Sedangkan rekannya Ade Azhari mengalami luka lebam disejumlah bagian tubuh.

“Tapi saat itu mereka masih bisa berdiri dan mungkin berobat ke klinik. Tapi kita nggak tahu klinik mana,” kata Jeri. Sementara Kasatpol PP Pemkab Labuhanbatu Abdul Haris Nasution belum berhasil dikonfirmasi wartawan terkait 2 anggotanya yang menjadi korban pengroyokan itu. (CR-01)