Timbulkan Bau Busuk Pabrik Terasi di Sei Raja Diprotes

[Eko: Sirait]
Pabrik pengolahan terasi yang diperotes warga. Diduga pabrik tersebut tidak memiliki izin usaha pembuatan terasi.

TANJUNGBALAI – Keberadaan pabrik terasi di Jalan Lingkar Kelurahan Sei Raja Kecamatan Sei Tualang Raso Kota Tanjungbalai diprotes warga. Pasalnya, selain diduga tidak memiliki izin, aroma tidak sedap dari pengelolaan terasi dianggap warga cukup mengganggu.

Beberapa warga yang mengaku bernama Eko (37), Dayat (41) dan Hendra (39 mengaku, keberadaan pabrik terasi tersebut sangat menggangu warga. Eko meminta kepada instansi terkait untuk menertibkannya. Karena selain dianggap mengganggu, warga juga curiga pabrik tersebut tidak memiliki izin usaha pembuatan terasi.

Pasalnya setahu Eko, Dayat dan Hendra, selama ini lokasi pembuatan terasi itu merupakan pabrik pembuatan arang. Namun sejak tahun 2011 pabrik itu berubah fungsi menjadi pabrik terasi.
Eko menambahkan, diduga bahan baku yang digunakan untuk membuat terasi adalah bahan yang gampang busuk. Sehingga menimbulkan aroma tidak sedap.

Terpisah, Regen (32) pemilik pabrik terasi mengakui jika dulu pabrik terasi miliknya merupakan pabrik pembuatan arang. Menurutnya usaha membuat arang tidak menjanjikan, itu sebabnya ia beralih membuat terasi.

“Saya terpaksa untuk mengalihkan usaha saya ini, karena bisnis membuat arang tidak menjanjikan,” katanya. Menurt Regen, surat izin lokasi pembuatan arang itu telah dikeluarkan oleh lurah setempat, namun untuk izin pengolahan bahan terasi tidak ada dan masih diurus.

Namun Regen membantah bahan yang telah diangkutnya dari tempat pengangkutannya itu telah mencemari polusi udara hingga menimbulkan aroma bau busuk kepada warga setempat. “Tidak benar itu, bahan yang telah diangkut ke dalam truk itu terlebih dahulu lantainya di alasi dengan terpal dan bahan terasinya itu juga kami bungkus dengan terpal. Jadi tidak mungkin mencemari lingkungan,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tanjungbalai Nurmalini Marpaung SSos melalui Kabag Tata Usaha T Sitorus membenarkan jika pabrik terasi milik Regen belum memiliki izin usaha.

“Pihak kami sendiri tidak pernah sama sekali mengeluarkan rekomendasi untuk izin pengolahan bahan terasi tersebut,” kata T Sitorus. (ck3)