Toluto Maju di Pilkada 2013 Jadi calon Wakil Bupati Taput

[Foto: Bernad L Gaol]
SILATURAHMI: Di hadapan ratusan tokoh masyarakat dan sejumlah Kepala Desa, Torang Lumban Tobing menyatakan dirinya kembali maju di Pilkada mendatang dalam acara silaturahmi di Aula Kantor Bupati Taput, Rabu (6/2).

TARUTUNG – Meski sudah dua periode menjabat sebagai Bupati Tapanuli Utara, tidak membuat Torang Lumban Tobing merasa puas. Bahkan, Toluto panggilan akrab Torang Lumban Tobing menegaskan, dia bakal kembali maju di Pilkada Taput periode 2014-2019, meski sebagai calon Wakil Bupati.

Pernyataan bakal maju di Pilkada 2014-2019 ini dipaparkan Toluto di hadapan ratusan tokoh masyarakat dan sejumlah Kepala Desa dalam acara silaturahmi di Aula Kantor Bupati Taput, Rabu (6/2). Di sana, secara terang-terangan Toluto menyatakan dirinya akan maju di Pilkada mendatang.

“Di sini saya sampaikan bahwa kita akan maju kembali pada Pilkada Taput 2013 mendatang. Selama hidup, saya berjanji akan tetap mengabdikan diri sebagai parhobas (pelayan, red) kepada masyarakat. Mudah-mudahan doa kita bisa terkabul,” ujar Toluto.

Dia mengatakan, keinginannya kembali maju di Pilkada tidak hanya didasari kemauan pribadi, melainkan adanya dorongan dari berbagai lapisan masyarakat yang sama-sama menginginkan kebangkitan dan kemajuan Kabupaten Taput di masa yang akan datang.

“Memang saya sudah cukup lama menduduki jabatan sebagai bupati. Tetapi atas dorongan dari masyarakat termasuk kepala desa dan tokoh agama, saya kembali maju dan ingin membangun Bonapasogit meski sebagai wakil bupati. Untuk itu, mari sama-sama bangkit dan maju bergerak. Jangan mau tertinggal,” ucapnya.

Dia juga berjanji bila terpilih kembali menjadi pemimpin pada Pilkada Taput 2013 mendatang, akan melaksanakan seluruh amanah dan aspirasi masyarakat demi pembangunan serta kemajuan daerah itu.

“Saya tidak mau berjanji muluk-muluk. Tetapi yakinlah, semua rencana dan aspirasi masyarakat akan kita jalankan sesuai dengan amanah. Bagi saya menjadi pemimpin itu merupakan amanah,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Toluto berharap, adanya rencana dia kembali maju di Pilkada periode 2014-2019 yang akan digelar September 2013 mendatang, jangan dijadikan sebagai ajang momen saling menggesek antar sesama masyarakat.

“Kita jangan saling menggesek. Dengan begitu suasana Taput bakal tetap kondusif. Apalagi adanya rencana pencalonan kami, tetapi lihat lah secara benar siapa pemimpin yang layak untuk dipilih. Jangan ribut hanya gara-gara kami kembali ikut mencalonkan,” imbaunya.

Selain itu, dia juga mengimbau kepada para tokoh masyarkat agar tidak memilih calon yang tidak dikenal atau datang dari luar serta tidak menggunakan cara money politik. Menurutnya, bila seorang calon bupati merebut suara rakyat dengan cara meney politik, diyakini calon tersebut pada akhirnya bila terpilih tidak akan pro rakyat, melainkan akan melakukan berbagai cara untuk mengembalikan modal yang sudah dikeluarkan pada waktu pemilihan.

“Kalau ada calon yang nantinya menggunakan uang atau iming-iming materi pada Pilkada, itu sudah tidak benar. Karena hal itu bisa  menciptakan pemimpin melakukan penyimpangan dan korupsi untuk mengembalikan modal ketika sudah terpilih. Jadi jangan mau menerima sumbangan apapun dari balon bupati,” tegasnya.

Kalau hanya untuk mencalon diri harus mengeluarkan uang sampai puluhan miliar  untuk membeli suara, sambung Toluto,  tentu calon tersebut akan melakukan berbagai penyimpangan setelah terpilih. Bahkan bisa-bisa melakukan korupsi mengembalikan modal yang telah dikeluarkan selama Pilkada.

”Sebab gaji bupati hanya Rp6 juta per bulan. Kalau dihitung-hitung satu periode hanya berada dikisaran Rp500 juta. Jadi kalau sempat mengeluarkan uang sampai puluhan miliar untuk  money politik, darimana uang untuk mengembalikan modal itu kalau tidak melakukan penyimpangan?” sebutnya.

Untuk itu, dia berharap agar seluruh elemen  masyarakat memilih pemimpin yang benar-benar layak dipilih, dikenal, dan diyakini bisa menjalankan amanah untuk rakyat.

“Lihatlah pemimpin yang benar-benar layak jadi pemimpin. Jangan meraba-raba, jangan menerima sumbangan apapun dari bakal calon bupati nantinya. Sehingga Bonapasogit bisa bangkit dan maju kembali,” tandasnya. (cr-01/des)

  • Koruptor

    Siapa lagi percaya,berkali kali berjanji,dua periode menjabat , Taput menjadi daerah tertinggal dibandingkan kabupaten yg baru berdiri.Bandingkan Humbanghas,Tobasa, masih syukur tak diperiksa KPK.

  • Juara Simanjuntak

    TOLUTO mau maju di Pilkada Taput jadi Tarutung 2 dengan dalih melayani atau jadi parhobas. Itu menunjukkan kegelapan dan kedangkalan cara berpikir Torang. Sebab, jadi paragat, parbeca,pakkail,supir dohot lan na asing (dll) pun adalah pengabdian. Torang telah gelap pikiran mengingkari betapa besar pengabdian warga Taput yang bukan Bupati.

  • Hisar Pardede

    Toluto rakus jabatan kalau masih memaksakan diri mencalonkan diri….adalah kebodohan….wong mantan agen togel ini sadarlah…sebelum disadarkan orang!Kecurangan masa lalu….adalah pengalaman yang buruk dan tobatlah sebelum api berkobar!

  • Hisar Pardede

    Taput jauh tertinggal dibanding Batubara, karena apa? Perlu koreksi dirilah, jangan soujon calon wakil tapi kami yakin anda hanya selumbar jadi calon wakilkan?

  • Hisar Pardede

    Jabatan tidak identik dengan kehormatan bila kejujuran tak dimiliki, pongah, dan otoriter masih menguasai otak anda, Lae!

  • Roy

    Sampai saat ini saya masih percaya degan Torang Lumban Tobing (Taluto).
    Kebetulan saya tinggal di perantauan, tapi tiap tahun saya pulang.
    Saya melihat sendiri kemajuan dibeberapa bidang utamanya di dunia
    pendidikan. Coba kita lihat di masa Taluto ini, sudah berapa sekolah
    SMP dan SMA Negeri berdiri. Jaman saya dulu, harus keluar dari Tapanuli
    Utara untuk bisa sekolah SMP sekarang, dengan naik sepeda, para murid
    bisa sekolah berangkat dari rumah masing-masing, tanpa in the cost yang
    pada akhirnya membantu ekonomi Taput, karena cost untuk biaya pendidikan
    tidak keluar lagi dari Taput setiap bulanya, sehingga roda ekonomi di
    Taput makin bergairah yang pada akhirnya menciptakan lapangan kerja.
    Coba kita lihat sekarang, pertumbuhan pelaku ekonomi di tiap desa pasti
    meningkat (godang angka partiga-tiga dohot angka tongke na baru).
    Disambing itu, keamanan di Taput masa Taluto cukup kondusif. Mari kita
    melihat secara jernih dan bukan karena kemarahan