Truk Mitra TPL Sedot Rp25,4 M Solar Subsidi

(Foto: Brams) Petugas Dishub saat merazia truk logging di Kabupaten Tobasa baru-baru ini.

(Foto: Brams)
Petugas Dishub saat merazia truk logging di Kabupaten Tobasa baru-baru ini.

DOLOK SANGGUL- Sekitar 100 truk pengangkut kayu eucalyptus mitra PT Toba Pulp Lestari (TPL) menghabiskan sekitar 5.657.500 liter solar bersubsidi dalam setahun di SPBU Dolok Sanggul jika rata-rata satu truk menyedot 155 liter satu hari. Berdasarkan jumlah liter tersebut, jika dikalikan dengan harga solar bersubsidi Rp4.500 per liter, maka uang yang dihabiskan untuk membeli solar bersubsidi mencapai Rp25,4 miliar setahun.

“Ada seratusan truk logging mengisi minyak setiap hari dengan pengisian satu truk rata-rata Rp700 ribu (sekitar 155 liter) sekali berangkat ke perusahaan bubur kertas di Desa Sosor Ladang, Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Toba Samosir,” ujar pengelola SPBU Dolok Sanggul P Sinambela, Senin (6/8) di Dolok Sanggul. Ia menegaskan, kehadiran truk pengangkut kayu mitra PT TPL untuk mengisi solar di SPBU Dolok Sanggul, sangat mempengaruhi kuota solar setiap hari ke daerah itu.

“Kalau hanya untuk mobil-mobil di sini, solar itu tidak seberapa berdasarkan kuota kita. Tetapi dengan adanya truk logging itu membuat stok solar setiap hari semakin menipis,” ungkap Sinambela. Ia menambahkan, truk yang mengisi solar ke SPBU Dolok Sanggul ada sekitar 100 truk per hari. Sedangkan sisanya, mengisi solar di SPBU yang ada di Kabupaten Tapanuli Utara, dan Toba Samosir.

“Jatah solar kita sekitar 16.000 liter per hari. Jadi, solar kita habis gara-gara truk mitra PT TPL itu,” pungkasnya. Untuk diketahui, jika terdapat 100 truk mitra PT TPL yang mengisi solar setiap hari di SPBU Dolok Sanggul dengan jumlah isian 155 liter satu trip, maka kuota SPBU Dolok Sanggul sebanyak 16.000 liter, habis disedot truk mitra PT TPL sebanyak 15.500 per hari. Atau, hanya 500 liter saja kepada warga Humbahas. Padahal, seharusnya solar bersubsidi diperuntukkan bagi ekonomi lemah atau non industri. SPBU Dolok Sanggul sendiri merupakan satu-satunya SPBU di Kabupaten Humbahas. Sementara itu, salah seorang sopir truk pengangkut kayu milik PT TPL, A Simamora (38) mengaku dirinya hampir setiap hari berangkat mengangkat kayu milik PT TPL.

“Dalam satu bulan kita harus dapat berangkat sekitar 20 trip. Karena kalau mau ngejar bonus dari toke angkutan, harus dua trip tiga hari,” ujar Simamora. Ia menyebut, sebenarnya dirinya mampu mengangkut kayu milik PT TPL satu trip satu hari. Tapi, karena banyaknya truk angkutan yang mengantre di lokasi pengangkutan kayu PT TPL seperti di sektor Tele, maka hanya dapat 20 trip dalam satu bulan. “Kita dapat uang jalan Rp1 juta untuk satu trip. Kemudian kita isi solar satu trip hanya Rp7 ratus ribu. Berarti masih tertinggal uang jalan Rp300 ribu untuk jaga-jaga di jalan sebagai persiapan mengendalikan perjalanan,” tukas Simamora.

Kadis Perhubungan dan Pariwisata Humbahas Augus Panuturi Marbun saat dihubungi METRO, Selasa (7/8) melalui ponselnya mengatakan, pihaknya memperkirakan sekitar 250 truk pengangkut kayu milik PT TPL melintas dari Kabupaten Humbang Hasundutan. “Kalau yang kita taksir, truk pengangkut kayu milik PT TPL itu setiap hari ada 250 unit. Tapi truk itu tidak semua milik pengusaha yang ada di Humbahas,” papar Augus.

Terkait kepastian jumlah truk pengangkut kayu milik PT TPL dari daerah itu, Augus juga menyesalkan pihak PT TPL yang hingga kini belum memastikan jumlahnya. “Kita sudah surati pihak PT TPL untuk menanyakan jumlah truk yang mengangkut kayu milik mereka (TPL, red) ke Humbahas. Tapi sampai sekarang surat kita belum juga dijawab,” kesal Augus.

Ketua LSM Pijar Keadilan Humbahas Lambok Situmeang kepada METRO, Selasa (7/8) berharap, pihak Pemkab Humbahas bersama aparat terkait mengeluarkan larangan pemberian solar bersubsidi kepada truk-truk industri seperti industri pengolahan kayu sawmill, industri pengolahan batu (aspal) dan truk mitra PT TPL.

Dishub Tobasa Razia Truk TPL
Dinas Perhubungan Toba Samosir menggelar razia truk di daerah tersebut, baru-baru ini. Razia itu menyikapi tudingan berbagai elemen masyarakat bahwa kerusakan jalan di kabupaten tersebut akibat truk logging khususnya pengangkut bahan baku (kayu) untuk TPL di Sosor Ladang, Kecamatan Parmaksian.

Razia dipimpin langsung Kepala Dinas Perhubungan Tobasa Espon Simanjuntak di simpang Desa Sirait Uruk Kecamatan Porsea atau simpang menuju PT TPL. Kadishub Espon Simanjuntak mengatakan, pihaknya melakukan razia hanya sebatas pemeriksaan surat-surat kendaraan. Sementara mengenai tonase, pihaknya belum dapat bertindak sebagaimana mestinya karena tidak adanya alat timbang. “Mengenai truk logging mitra PT TPL yang diduga mengangkut muatan melebihi tonase, Dishub tidak mempunyai alat timbang untuk mengukurnya. Kami hanya dapat mengukur dimensi, besar dan panjang sebuah kendaraan,” kata Espon, sembari menunjukkan kepada METRO, anggotanya yang sedang mengukur setiap truk logging dengan mempergunakan meteran.  Menurut Espon, terkait pencapaiannya selama pelaksanaan razia, dikatakan bahwa pihaknya telah membuat penindakan tilang kepada 70 truk karena ketidaklengkapan surat-surat kendaraan. Namun, Espon tidak menyebut pasti truk apa saja yang terkena tilang tersebut.

Terpisah, salah seorang aktivis LSM L Marpaung mengatakan keheranannya terkait hasil razia Dishub, yang hanya mengeluarkan tilang 70 buah.  “Truk yang keluar masuk PT TPL lebih dari seratusan setiap hari. Razia ecek-ecek, masa hanya 70 tilang. Dishub hanya buat alasan, katakan saja tidak mampu menindak truk mitra PT TPL. Coba lihat mana ada satupun truk logging pengangkut kayu yang memenuhi persyaratan,” kata L Marpaung. (jona/hsl/brams)

  • PERS

    DISHUB TOBASA. uang memang membuat gelap mata anda. TILANG SEMUA MOBIL TPL YANG TIDAK MENGINDAHKAN LARANGAN UU DISHUB ANGK. DARAT jangan tebang pilih supaya TPL tahu rasa uda banyak korban siasian karena jalan umum negara rusak dan kecelakaan terjadi TPL tidak pernah merasa bersalah. TUTUP TPL

  • PERS

    SEMUA truk TPL baik mitra atau WT milik Belawan Indah TPL juga gropnya semuanya sudah SEGA rusak negara kita ini. uda jelas truk TPL dan mobil dinas TPL rental smua makan miyak SOLAR SUBSIDI MASYARAKAT INDONESIA.TPL tidak tahu malu bilang perusahaan BESAR dan taraf internasional, ngak tahunya adalah PT.TPL drakula menghabiskan solar masyarakat jadi industri, tapi harga subsidi. cocoklah ini dimuat HARIAN METRO SIANTAR ini terpercaya dan membela masyarakat tertindas oleh TPL. mulai sekarang razia truk TPL dan mitranya jangan boleh mengisi di SPBU harga subsidi karena peruntukaan untuk TPL Industri. Penipu TPL

  • lamhot

    BANYAK PENGELOLA SPBU mitra TPL DENGAN dalih minta jatah untuk subsidi masyarakat desa ngak tahunya kerjasama dengan TPL sperti SPBU milik simamora di dplok sanggul mantap dan enak kali solar subsidi ini ya DIPERMAINKAN TPL adukan ke PRESIDEN RI supya ditindak

  • radar

    TPL membuat kab. sekita DANAU TOBA miskin karena solar subsidipun ditelan juga

  • SAOR

    TPL membuat kota porsea bau busuk setiap hari sampai kantornya polres tobasa bau busuk oleh arogansi bau TPL

  • SAOR

    truk TPL MEMBUAT MACET saat melintas hari RABU di pasar onan porsea.tutup TPL

  • SAOR

    tRUK TPL membuat macet kota onan Balige saat melintas logging TPLtutup tpl