Tujuh Pejabat Eselon III dan IV Dilantik

Dilantik : Camat Girsang Sipangan Bolon yang baru dilantik saat disalam Sekda Gidion Purba, Selasa (13/8).

SIMALUNGUN – Tujuh orang pejabat esolon III dan IV di lingkungan Pemkab Simalungun, dilantik Bupati Simalungun DR JR Saragih SH MM diwakili Sekda Drs Gidion Purba di halaman kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Selasa (13/8).

Pelantikan ke-7 pejabat tersebut sesuai Surat Keputusan (SK) Bupati Simalungun Nomor: 821/3175/BKD/2013 tanggal 12 Agustus 2013. Pelantikan pejabat di lingkungan pemkab ini juga disaksikan Kepala Badan Kepegawaian (BKD) Ir Jhon Sabiden Purba, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Johannes SP dan Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan dan Kemasyarakatan Drs Zannas Malau serta rohaniwan Kristen Protestan.

Sesuai dengan SK Bupati itu, para pejabat yang dilantik, yaitu Jonri W Purba SH sebagai Camat Girsang Sipangan Bolon, Jamesrin Saragih SPd sebagai Kabid (Kepala Bidang) Pendidikan Menengah pada Disdik, Jonrismantua Damanik SH MSi sebagai Kabid Mutasi Kepegawaian  BKD, Dra Richa Pardede sebagai Sekretaris Camat Dolok Silou, Drs Imran sebagai Kabid Sarana dan Prasarana pada Dinas Perhubungan Kominfo dan Informatika, Judith Yocelin RS Siallagan SE MSi Kasubbag Keuangan pada Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal serta Sri Juliana Purba SE sebagai Kepala Seksi Akutansi Pertanggujawaban Pelaksanaan Anggaran pada Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset.

Bupati Simalungun dalam pidato tertulisnya yang dibacakan Sekda Drs Gidion Purba mengatakan, dalam peraturan kepegawaian, diamanatkan bahwa Pegawai Negeri Sipil (PNS) mempunyai tugas dan kewajiban meningkatkan pelayanan publik berdasarkan prinsip good governance.

“Berdasarkan tugas dan taggungjawab itu, jabatan struktural eselon III dan IV adalah jabatan yang sangat strategis, sebagai motor penggerak pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan, pembangunan dan pelayanan masyarakat demi tercapainya tujuan pemkab Simalungun,” ujar Bupati.

Bupati ditambahkan, untuk menghadapi tugas pemerintahan di masa mendatang, segala pikiran dan tenaga saudara sangat diharapkan. Oleh karena itu, sangat dituntut etos kerja melalui koodinasi yang mantap baik secara vertikal maupun horizontal. Karena tugas yang kita emban adalah harapan masyarakat.

Untuk mewujudkan harapan tersebut, bupati menyampaikan bahwa hal itu merupakan sebuah tantangan yang harus diatasi melalui kinerja yang memiliki prinsip ‘melayani bukan untuk dilayani’.

“Segala upaya dan kerja keras saudara nantinya adalah mewujudkan good and clean governance dalam menghadapi tantangan dunia global. Perlu disadari juga bahwa kepercayaan yang diberikan kepada saudara adalah tugas mulia,” ujar Gidion Purba. (rah)