Wali Kota Lepas Tim Survei Kesehatan Masyarakat

(Foto: Ridwan)
Wali Kota Sibolga HM Syarfi Hutauruk foto bersama Kadis Kesehatan M Yusuf Batubara dan jajarannya beserta Tim Survei Kesehatan usai dilepas, Rabu (10/10) di kantor Dinkes Sibolga.

SIBOLGA – Ditandai dengan penyematan atribut petugas, Wali Kota HM Syarfi Hutauruk, Rabu (10/10) pagi secara resmi melepas Tim Survei Kesehatan Masyarakat Kota Sibolga tahun 2012 di kantor Dinas Kesehatan Sibolga. Dalam sambutannya, Syarfi mengatakan, kesehatan merupakan hak azasi manusia dan salah satu unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan. Di mana pembangunan kesehatan saat ini telah berhasil meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

“Hal ini dapat dilihat dari pencapaian indikator derajat kesehatan tahun 2010 dan tahun 2011, antara lain angka kematian ibu (AKI) dari 277,2 di tahun 2010 menjadi 246,710 di tahun 2011 per 100.000 kelahiran hidup. Penurunan angka kematian bayi (AKB) dari 23,33 menjadi 12,33 di tahun 2011 per 1.000 kelahiran hidup,” beber Syarfi.

Kemudian, sambung Syarfi, penurunan angka kematian balita (Akaba) dari 25,66 menjadi 23,34 di tahun 2011 per 1.000 kelahiran hidup, prevelansi gizi berkurang dari 17 persen menjadi 5,91 persen pada tahun 2011 dan meningkat nya umur harapan hidup (UHH) dari 70,17 tahun menjadi 70,29 tahun.

“Keberhasilan ini harus terus ditingkat kan dengan melaksanakan berbagai upaya kesehatan khususnya dalam mempercepat tercapainya  target millennium goals (MDGs) yang merupakan komitmen global untuk mengupayakan pencapaian delapan tujuan bersama pada tahun 2015,” tegas Syarfi.

Menurut Syarfi, keberhasilan ini sesuai dengan visi Pemko Sibolga yakni ‘bersama kita membangun rakyat Sibolga yang sehat, cerdas, sejahtera dan beradab’ yaitu masyarakat Kota Sibolga hidup dalam lingkungan yang sehat, berperilaku bersih, mampu menjangkau dan memanfaatkan pelayanan kesehatan yang bermutu.

“Survei kesehatan masyarakat ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan Kala Karya Penanggulangan Daerah Bermasalah Kesehatan. Sebab berdasarkan hasil riset kesehatan tahun 2007, Sibolga termasuk daerah bermasalah kesehatan (DBK) dengan indeks pembangunan kesehatan masyarakat (IPKM) sebesar 0,46 dengan peringkat 285 dari seluruh kabupaten/kota se Indonesia,” tutur Syarfi lantas menambahkan Pemko akan terus berupaya meningkatkan pembangunan kesehatan dengan memberdayakan seluruh potensi dan sumber daya yang dimiliki secara optimal.

Syarfi menegaskan, Tim Survei Kesehatan Masyarakat di Sibolga tahun 2012 akan melaksanakan tugasnya di 4 kecamatan dan 17 kelurahan se-Kota Sibolga yang melibatkan seluruh kepala lingkungan dan bidan puskesmas yang ada, guna menyinkronkan data-data hasil riset kesehatan daerah tahun 2007 terhadap 24 indikator kesehatan.

“Survei ini sebagai langkah antisipasi untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal di Sibolga. Yakni dilaksanakan melalui peningkatan fasilitas sarana dan prasarana kesehatan, sumber daya kesehatan, peningkatan pembiayaan kesehatan, dan lainnya,” tukasnya seraya berharap agar tim survey dapat melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya.

Sebelumnya, Kadis Kesehatan Sibolga M Yusuf Batubara dalam laporannya menyampaikan, kegiatan yang melibatkan 68 petugas tim survei ini bertujuan guna mengetahui gambaran derajat kesehatan masyarakat Sibolga tahun 2012, sekaligus dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 48 tahun 2012.

“Pelaksanaan survei digelar selama 30 hari sejak tanggal 10 Oktober hingga 10 November. Seluruh petugas tersebar di seluruh lingkungan kelurahan se Kota Sibolga dimana terdiri dari 3 petugas yaitu 2 orang tenaga kesehatan dan 1 kepling,” jelas Yusuf.

Survei dilaksanakan, sambung Yususf, dengan melihat pendataan kesehatan ibu hamil, pendataan kesehatan ibu nifas, pendataan kesehatan bayi dan balita, pendataan status imunisasi bagi anak bayi, balita, wanita usia subur, pendataan statsu gizi masyarakat dan pendataan PHBS rumah tangga.

“Survei kesehatan dilakukan secara menyeluruh bagi masyarakat yang berada di Sibolga melalui wawancara, pemeriksaan kesehatan dan pengisian kuisioner,” tandasnya. (tob)