Warga Kecewa Toluto Ingkar Janji Jalan Rusak di Dolok Imun Batal Diaspal

TARUTUNG – Sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh pemuda di Simarpinggan Dolok Imun, Desa Hutaraja Hasundutan, Kecamatan Sipoholon, mengaku kecewa terhadap Bupati Taput Torang Lumbantobing.

Pasalnya, Toluto dinilai mengingkari janjinya untuk mengaspal jalan di kawasan Dolok Imun Sipoholon. “Toluto pernah menjanjikan jalan di daerah ini bakal diaspal.

Tetapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda perbaikan. Bahkan kondisi jalan sekarang sudah semakin buruk,” kata Lindung M Marbun (37) diamini rekannya SRK Sinaga (56) dan EL Situmeang (56), ketiganya warga Dolok Imun, Desa Hutaraja Hasundutan, Kecamatan Sipoholon, Taput, Selasa (19/3).

Kata mereka, sekitar tahun 2008, Toluto sapaan akrab Torang Lumbantobing dalam acara Partangiangan Jubileum 75 Taon Raja Naipospos di kaki bukit Dolok Imun pernah berjanji untuk memperbaiki infrastruktur jalan di kawasan itu. Namun hingga sekarang belum terealisasi.

Sebenarnya kekecewaan mereka cukup beralasan. Sebab, usulan untuk perbaikan jalan itu juga sudah berkali-kali disampaikan melalui Kepala Desa setempat.

Bukan saja hanya berharap pada itikat baik bupati, melainkan juga diusulkan pada saat musrenbang tingkat desa dan kecamatan.

“Warga melalui desa dan kecamatan telah beberapa kali melayangkan usulan ini, namun entah mengapa kondisi jalan ini tetap saja beraspal tanah merah. Meski demikian ke depan kami masih menaruh harapan, kiranya janji perbaikan jalan ini terealisasi,” sebut Situmeang.

Senada disampaikan Sinaga. Dia mengaku kecewa karena Bupati Taput tidak menepati janjinya untuk memperbaiki jalan rusak tersebut.

Terpisah, Kepala Dinas PU Taput Ir Anggiat Rajagukguk saat konfirmasi melalui telepon selulernya membenarkan keluhan warga. Dia juga mengakui masalah jalan rusak ke Simarpinggan Dolok Imun, Desa Hutaraja Hasundutan, sudah pernah diprogramkan agar diaspal.

Tetapi, karena keterbatasan anggaran, program tersebut tidak berlanjut. “Memang benar, jalan itu dulu sudah masuk program untuk diaspal, tetapi karena keterbatasan anggaran, program itu tidak berlanjut,” ujar Anggiat.

Tetapi dia membantah kalau pihaknya tidak memerhatikan daerah tersebut. “Janganlah dibilang tidak memerhatikan. Dulu jalan di kawasan itu hanya jalan setapak, sekarang sudah dibatui. Kalau ada dana kita juga akan mengaspal jalan itu,” ucapnya. (cr-01)

  • Gatot

    Waktu pilkada dulu bagaimana perolehan suara ?