Kamis, Aek Nauli Elephant Conservation Camp Diresmikan

Gajah dari Pusat Latihan Gajah (PLG) Holiday Resort, Aek Raso, Labuhan Batu Selatan, tiba di kawasan eko wisata Elephant Conservation Camp di Aek nauli, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Jumat (17/11).
RamsianaGultom/MetroSiantar
Gajah dari Pusat Latihan Gajah (PLG) Holiday Resort, Aek Raso, Labuhan Batu Selatan, tiba di kawasan eko wisata Elephant Conservation Camp di Aek nauli, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Jumat (17/11).

MetroSiantar.com-Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosisten dari Kementrian Kehutanan (KLHK) Ir Wiratno.Msc dijadwalkan meresmikan Aek Nauli Elephant Conservation Camp, Kamis (7/12). Peresmian ini, menjadi langkah awal dibukanya kawasan wisata gajah ini untuk umum.

Kepala Badan Konservasi Dan Sumber Daya Alam (BKSDA) wilayah II Seno Pramudita, mengatakan  pihaknya telah mempersiapkan segala yang dibutuhkan untuk keperluan peresmian yang rencananya dihadiri Gubernur Sumatra Utara Tengku Erry Nuradi, Kepala Badan Litbang Kementrian KLHK Dr Agus Justianto, Kepala BKSDA Sumut, Bupati Simalungun, dan Kapolres Simalungun.

Acara akan diisi dengan penyambutan dan diiringi tor tor Simalungun, pengalungan bunga dan hiou.

Sedangkan di di lokasi, sejak kehadiran ke empat ekor gajah, warga cukup antusias mengunjungi lokasi. Meski belum dibuka untuk umum, warga sekitar dan pengunjung sudah cukup banyak datang, meski hanya sekadar melihat dan berfoto dari jarak jauh.

“Kami datang untuk berfoto, meski belum boleh masuk jauh ke dalam, tapi kami cukup menikmati,” tutur Roma Harianja, warga Tiga Dolok yang datang untuk ke dua kalinya setelah kedatangan ke empat ekor gajah tersebut.

Sebelumnya, empat ekor gajah dewasa tiba di kawasan eko wisata Elephant Conservation Camp di Aek Nauli, Nagori Sibaganding, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Jumat (17/11) sekira Pukul 08.00 WIB. Tiga ekor gajah betina dewasa dan  satu ekor gajah jantan.

Kepala Bidang BKSDA Wilayah II Seno Pramudita mengatakan, ke empat ekor gajah yang baru tiba di Aek Nauli ini merupakan gajah milik BKSDA yang selama ini dilatih di Pusat Latihan Gajah (PLG) Holiday Resort, Aek Raso, Labuhan Batu Selatan. Kedatang gajah ini lebih cepat satu jam dari jadwal yang diperkirakan sekira Pukul 09.00 Wib.  Dalam pengembangan  Kawasan Aek Nauli Elephant Conservation Camp ini, pihaknya telah bekerja sama dengan Balai Litbang sebagai penyedia lahan dan akan berkoordinasi dengan Pemda terkait kerjasama dalam hal pengembangan Kawasan Danau Toba  menuju destinasi unggulan wisata Indonesia.

 

“ Tentu kami butuh dukungan dari semua pihak untuk memajukan Kawasan Aek Nauli Elephant Conservation Camp ini, tak terlepas dukungan dari masyarakat sekitar sebagai salah satu mitra kami,” tutur Seno.

Terkait pengelolaan dan management kawasan , Seno menegaskan, pihaknya akan merumuskan kembali bentuk-bentuk regulasi yang akan diberlakukan.

Seno menjelaskan, pembangunan Kawasan Aek Nauli Elephant Conservation Camp ini dananya bersumber dari APBN BKSDA Sumut tahun 2017 berkisar Rp5 miliar.

Kehadiran kawasan gajah, selain akan menjadi salah satu destinasi wisata pengembangan Danau Toba, diharapkan akan menjadi rumah gajah yang benar-benar bisa dijadikan sebagai wilayah konservasi gajah. Diharapkan lingkungan gajah dapat mengembangkan jumlah kuantitas gajah Sumatera sebagai salah satu hewan yang dilindungi. (ana/esa/ms)