YPGM Gelar Dialog Terbuka Balon Bupati

Harapkan Pemimpin Berintegritas Membangun Bonapasogit

[IST]
Para balon Bupati/Wabup Taput foto bersama pengurus YPGM, serta panelis, moderator dan panitia penyelenggara dialog terbuka.

TARUTUNG – Untuk melahirkan pemimpin berintegritas dan kapabilitas teruji, delapan bakal calon (balon) Bupati Taput yang namanya telah mencuat ke permukaan beradu argumen menyampaikan program pembangunan pada dialog terbuka yang digelar Yayasan Pomparan Guru Mangaloksa (YPGM), Senin (25/6) di Wisma Evi Roida Tarutung.

Para kandidat ‘Bonapasogit 1’ itu silih berganti menyampaikan visi misinya, masing-masing Mauliate Simorangkir, Sanggam Hutapea, Sanggam Hutagalung, David Hutabarat, Pinondang Simanjuntak, Ratna Ester Lumbantobing, Burhanuddin Rajaguguk dan Refer Harianja.

Dialog terbuka YPGM melibatkan panelis dari berbagai disiplin ilmu, di antaranya Simon Lumbantobing, Cokky Hutagalung, Bistok Hutabarat, Kolonel (P) Tumpal Simorangkir dan moderator Djonggi Simorangkir.

Sementara bersama para peserta dialog, Ketua Umum YPGM Irjen (P) Bigman Lumbantobing, Tuani Lumbantobing, Sekretaris Maruarang P Lumbantobing, Bendahara Freddy Lumbantobing serta para perantau dari Sumut dan Jakarta tergabung dalam wadah YPGM tampak serius mencerna paparan para balon Bupati/Wabup Taput tersebut.

“Ide penyelenggaraan dialog ini tentu didorong  keinginan bersama. Terutama, para perantau untuk melahirkan pemimpin berintegritas dan kapabilitas yang teruji.

Tentu perantau juga sangat berkepentingan, karena apapun namanya, dalam prespektif membangun Bonapasogit dibutuhkan sinergitas dengan pemerintah daerah yang berwawasan, visioner dan bijak dalam pengambilan suatu keputusan,” sebut Tuani Lumbantobing kepada METRO di sela kegiatan.

Dia menjelaskan, penyelenggara dialog diserahkan kepada elemen masyarakat yang peduli, serta melibatkan generasi muda Bonapasogit serta mahasiswa.

“Ternyata mereka mampu, kita pun bangga dengan kerja keras panitia,” imbuh Tuani.
Penggagas konsep ‘Tapanuli Growth’ di Tapteng ini juga menyatakan, calon pemimpin harus berani tampil, mengutarakan suatu program. Memberikan langkah serta pemahaman terhadap permasalahan yang terjadi di tengah kehidupan sosial, ekonomi dan pembangunan masyarakat, khususnya di Taput.

“Masyarakat juga sudah semakin jeli dan maju dalam berdemokrasi. Dan ini merupakan terobosan baru dalam era demokrasi di Tapanuli,” sebutnya.

Pada sesi awal dialog, dimulai pemaparan dari tim YPGM tentang beberapa kondisi dan potensi Kabupaten Taput saat ini, sekaligus bagaimana balon Bupati/Wabup Taput mengatasi dan mengembangkannya. Di sesi kedua, penyampaian program dari masing-masing balon Bupati/Wakil Bupati seiring sesi tanya jawab yang melibatkan audiens.

Bahas Pembangunan
Beberapa poin pokok pembahasan mencakup pembangunan karakter building, pembangunan pariwisata, ekonomi kawasan dan hinterland. Pengoptimalan pemanfaatan air tawar dan kondisi suplai air tawar, MDG’s, bidang kesehatan dan pendidikan. Pertanian, penanganan lahan kritis, kehutanan dan optimalisasi pertambangan.

Peserta dialog terdiri masyarakat dari 15 kecamatan yang ada di Taput, tokoh-tokoh masyarakat dan agama, pemuda, mahasiswa, seniman, penggiat (ekonomi, sosial, lingkungan dan budaya), tokoh pendidik, pelaku pendidikan dan lain-lain.

Dialog terbuka yang digagas YPGM berlangsung seharian, dan dihadiri sedikitnya 500-an audiens yang diundang panitia secara selektif. Namun, beberapa balon lainnya tidak hadir, di antaranya Margan Sibarani, Tiur Kalima Purba, Banjir Simanjuntak, Bangkit Silaban, Nikson Nababan, Binur Tampubolon, Marojahan Situmeang.

“Undangan telah kita sampaikan. Namun sangat disayangkan, saat dikonfirmasi, muncul berbagai alasan, ada urusan mendadak. Tapi syukurlah, kegiatan positif ini berjalan lancar dan sukses demi melahirkan pemimpin Taput yang berdedikasi tinggi dalam pembangunan nantinya,” harap Opputua Lumbantobing.

Kehadiran kedelapan kandidat, kata dia, sudah memberikan petunjuk kepada masyarakat Taput dalam memilih pemimpinnya. “Tapi alangkah baiknya, jika semua kandidat dapat berdialog dan menjawab. Sehingga masyarakat tak lagi ‘meraba’ pada saat memilih pemimpin baru,” tukasnya.
Dialog berlangsung secara fair dan sportif, dengan ketentuan rambu-rambu yang lebih dulu ditentukan panitia terhadap balon Bupati/Wabup maupun peserta dialog.

“Tidak ada intervensi atau semacam desain yang sengaja diarahkan terhadap salah satu calon kandidat. Kita berusaha memberikan porsi yang sama terhadap para balon pemimpin tersebut,” timpal panitia penyelenggara, Jan Piter Simorangkir sambil menyatakan, dialog terbuka YPGM itu disiarkan secara langsung (live) di salah satu radio swasta di Tarutung, sehingga dapat didengarkan warga Taput lainnya.(tob/rel)