Bunuh Bocah karena Dendam

Bagikan:
Kapolres Tapsel bertanya pada pelaku saat pemaparan, Rabu (10/10) di Mapolres Tapsel. (Samman Siahaan)

MetroSiantar.com – Sahat Gadang Tarihoran, pria berusia 26 tahun yang membunuh bocah lima tahun itu, mengaku melakukan perbuatan tersebut atas dasar dendam. Ia dendam dengan abang korban karena turut membantu memasungnya pada beberapa bulan lalu.

Celana jeans panjang yang dikenakan pria yang diduga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) ini penuh lumpur. Aromanya anyir. Celana itu lah yang menjadi saksi tujuh bulan lamanya ia dipasung di rumah sebelum akhirnya lepas dan membuat petaka bagi MP, bocah lima tahun yang juga tetangganya.

“Samanya yang kami rasakan. Dia sakit, saya juga,” katanya dingin dengan pandangan kosong tanpa mempedulikan suasana.

Gadang begitu mahir mengeja tulisan yang ada di depannya. Pun meski kadang kaku dan dingin, pria dengan kulit putih dan pucat ini mampu bercerita apa yang ditanyakan beberapa polisi dan wartawan dalam pemaparan kasus, Rabu (10/10) sore di Markas Polres Tapanuli Selatan.

Dari ceritanya, awal ia menjadi dianggap gila karena orangtuanya tak merestui ia menikah dengan seorang perempuan yang dikenalnya. Malangnya, terakhir ia pun dipasung oleh ayahnya yang dibantu abang korban.

“Iya, biar sama-sama bandit,” katanya dengan raut wajah yang nyaris tanpa ekspresi. Ini dikatakannya saat Kapolres Tapsel, AKBP M Iqbal menanyakan perihal adanya hubungan abang korban dan pelaku.

Dalam pemaparan ini, Kapolres Tapsel menerangkan pidana yang dikenakan bagi Sahat Gadang yakni Pasal 340 KUHP dengan ancaman pidana hukuman seumur hidup.

Namun lebih lanjut, polisi juga akan melakukan pemeriksaan kejiwaan dengan menghadirkan psikater dan psikolog. “Ini kita duga ada dendam. Kebetulan, salahsatu yang membantu memasungnya ini adalah abang korban,” katanya.

Sebelumnya, ahat Gading Tarihoran, pelaku pembunuh bocah lima tahun yang masih tetangganya, akhirnya ditemukan. Tanpa perlawanan, pria yang diduga mengalami gangguan jiwa ini diamankan personel Polres Tapsel bersama warga setempat, Rabu (10/10) siang.

“Dia ditemukan saat berada di kebun. Dan langsung diamankan oleh polisi dibantu warga,” tukas Sekdes Sisundung Muallim.

Saat ditemukan, kata Muallim, pelaku masih dalam kondisi memegang sebilah parang yang diduga digunakannya membacok MP (5) bocah lima tahun yang masih tetangganya hingga tewas. Penangkapan pelaku juga berlangsung aman singkat, tanpa perlawanan.

“Polisi datang, lalu disuruh untuk membuang parang yang dibawanya dan menurut. Kemudian disuruh telungkup, lalu diamankan polisi dan dibawa ke Mapolres Tapsel,” jelasnya.

Dan, sebelum menghabisi nyawa korban, pelaku juga sempat menyerang warga.

Cerita Muallim, kejadian sadis terjadi pada Senin (8/10) siang. Pelaku tiba-tiba datang dari arah belakang rumah. Saat itu, korban MP (5), putra Mariduk Panggabean sedang bermain di depan rumah. Melihat korban, pelaku langsung menyerangnya menggunakan sebilah parang yang dibawanya.

“Informasi dari warga, pelaku mengalami gangguan jiwa dan lepas dari pasungan. Tiba-tiba datang dan langsung menyerang korban,” ungkapnya.

Setelah membacok bagian belakang kepala korban, pelaku langsung melarikan diri. Korban masih sempat berlari ke dalam rumah, dan akhirnya tewas disaksikan orang tuanya. (san/yza)

Bagikan: