Evra Sassky Damanik Terpilih Jadi Direksi PD PAUS, Didi Cemerlang Gagal

Bagikan:
Evra Sassky Damanik

MetroSiantar.com – Evra Sassky Damanik, putra mantan Bupati Simalungun Tn Zulkarnain Damanik, terpilih menjadi salah satu direksi Perusahaan Daerah Pembangunan Aneka Usaha Daerah (PAUS).

Dalam pengumuman resmi panitia seleksi, untuk jabatan direksi PD PAUS, yang diloloskan hanya dua orang. Selain Evra, adalah Sarjono Tulus P J Siagian.

Hal sama juga terjadi pada calon direksi Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya (PD-PHJ).

Adapun nama direksi untuk PD PHJ yang diumumkan melalui website Pemko Pematangsiantar adalah Imran Simanjuntak dan Toga Sihite.

Berkas pengumuman ini ditandatangani oleh Budi Utari selaku ketua Panitia Seleksi dan Sekretarisnya Muh Akhir tertanggal 8 Oktober 2018.

Menurut salah seorang tim seleksi calon direksi PD PHJ dan PD PAUS, Robert Siregar mengakui bahwa berdasarkan nilai seleksi, jumlah yang dinyatakan lolos tidak memenuhi kebutuhan jumlah direksi. Mengingat kebutuhannya masih kurang dua orang untuk tiap PD, kata Robert Siregar, perlu dilakukan kembali penerimaan pendaftaran calon direksi.

“Jika tidak memenuhi jumlah maka perlu dilakukan penjaringan tetapi orang yang telah gagal diseleksi sebelumnya tidak boleh ikut lagi. Kalau ikut, itu namanya coba-coba. Sesuai penilaian saya dari kompetensi yang telah didapatkan, jumlah yang layak tidak memenuhi jumlah kebutuhan untuk duduk di direksi. Artinya kurang dari empat orang yang memenuhi,” terangnya, Rabu (10/10).

Robert Siregar mengatakan, pihaknya telah menyerahkan hasil seleksi dan tiap timsel memiliki penilaian yang berbeda yang kemudian diakumulasi Walikota. Tapi yang tidak lepas dari sorotan timsel adalah masukan elemen masyarakat. Salah satu contohnya mengenai kasus Pelaksana Tugas Direktur Umum PD PHJ yang masih menjabat saat ini yaitu Didi Cemerlang.

“Kita kemarin juga mendapatkan saran dan masukan dari elemen masyarakat. Contohnya soal Didi Cemerlang yang informasinya pernah diberhentikan tidak hormat dan dia mendapatkan uang gaji dari Pasar Medan dan PD PHJ. Kemarin itu kita tanyakan langsung ke yang bersangkutan. Kita sudah buat cacatatan dalam lembaran penilaian. Didi Cemerlang tidak layak diangkat sebagai Direksi,” katanya.

Untuk diketahui, kedua direksi yang terpilih untuk PD PHJ, saat ini masih menjabat sebagai badan pengawas. Terkait itu, Ketua Pansel yang juga menjabat Sekretaris Daerah (Sekda), Budi Utari mengatakan bahwa diwajibkan mengundurkan diri. Sedangkan untuk menggantikan posisi badan pengawas direncanakan digelar sekaligus untuk seleksi badan pengawas PDAM Tirtauli dan PD PAUS.

Sementar terkait kurangnya direksi dari jumlah kebutuhan, kata Budi Utari, akan dilakukan atau dibuka penerimaan pendaftaran calon direksi PD PHJ dan PD PAUS. Namun sebelumnya, Pemko memiliki pertimbangan apakah akan merampingkan jumlah direksi, dari empat orang menjadi tiga orang.

“Kita lihat ketersediaan anggaran. Kemungkinan seleksi kembali. Tapi mau dianalisa dulu. Ada rencana perampingan direksi. Kita terispirasi dari PDAM. Direksinya hanya tiga orang,” katanya.

Budi Utari menegaskan bahwa orang yang sebelumnya ikut seleksi tidak diperkenankan untuk ikut seleksi lagi. Sementara untuk jadwal pelantikan, Budi Utari sendiri mengaku belum mengetahuinya. Baik bulan dan tahunnya. “Tetapi direncanakan tahun ini kalau memungkinkan anggarannya,” terangnya.

Sementara Kabah Humas dan Protokoler Pematangsiantar Haman Soleh mengatakan, hasil seleksi terbuka.

“Bagi calon direksi yang merasa kurang puas atas penentuan direksi, bisa mengetahui hasilnya melalui Sekretariat Kabag Perekonomian. Tapi itu dibuka bukan untuk publik,” terangnya. (pam/esa)

Bagikan: