Menilik Kampung Tua Bakau Serip

Gapura Kampung Tua Bakau Serip.

Kampung Perbatasan yang Kerap Dijadikan Jalur Masuk TKI Nonprosedural

Kampung Tua Bakau Serip, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) menjadi satu diantara jalur perlintasan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) nonprosedural yang umumnya menyeberang dari negara tetangga Malaysia.

Meskipun kerap kali menjadi titik transit TKI nonprosedural menuju daerah asalnya masing-masing, masyarakat sekitar kampung tidak merasa terganggu dengan aktivitas tersebut.

Warga bahkan terkadang memberikan bantuan kepada para TKI yang ketika sampai di kampung dalam keadaan memprihatinkan.

Ketua RT 001 Kampung Tua Bakau Serip, Sulaiman mengatakan pihaknya tidak ada kaitan dengan oknum yang menyediakan jasa bagi para TKI yang menyeberang dari negara tetangga. Namun demikian, warga tidak tinggal diam ketika melihat kondisi para TKI, terutama wanita dan anak-anak dalam kondisi lemah.

Warga tetap memberikan pertolongan, walaupun mereka mengetahui orang yang mereka tolong adalah TKI nonprosedural. “Kita melihat mereka saja kasihan, mana mungkin kita tinggal diam, kita bantu mereka sambil menunggu dijemput,” kata Sulaiman ketika ditemui di kediamannya pada Sabtu (5/5).

Sulaiman mengatakan bahwa para TKI ini terbagi menjadi beberapa kelompok yang akan diarahkan oleh orang-orang yang memang berkepentingan dengan hal tersebut. Mereka yang berhasil merapat ke kawasan kampung tua ini akan dijemput oleh orang yang memang telah mempersiapkan kepulangan mereka.

Umumnya TKI yang berhasil merapat tidak mengetahui mereka akan diarahkan kemana, mereka hanya tahu akan ada orang yang akan mengurusi kepulangan mereka ke daerah mereka masing-masing.

“TKI yang kemarin ini (Kamis (3/5)) tidak tahu mereka dimana, sampai di sini mereka berpencar, tapi sudah ditunggu pihak kepolisian, kalau yang sebelum-sebelumnya ada yang menunggu mereka,” kata Sulaiman lagi.

Sulaiman melanjutkan, ia terkadang prihatin menyaksikan kepayahan yang diderita para TKI yang memilih melintas melalui jalur tidak resmi ini. Cerita mencengkam dari TKI yang berhasil sampai kadang membuat Sulaiman berurai air mata.”Taruhan nyawa mereka sampai di sini,” katanya.

Umumnya TKI ini sampai di titik persinggahan seperti kawasan Kampung Tua Bakau Serip maupun daerah lain pada waktu subuh. Hal ini memang direncanakan oleh oknum-oknum yang mengatur perjalanan mereka agar terhindar dari patroli petugas di perbatasan.

Para TKI juga umumnya mendapat perlakukan tidak semestinya dari oknum yang membawa mereka, tak jarang terdengar umpatan kasar yang dialamatkan kepada TKI.

“Kalau sudah begitu, kita peringatkan, meraka itu harus dilindungi, karena mereka membayar untuk menyeberang,” kata Sulaiman lagi.

Untuk intensitas keluar masuk TKI sendiri, Sulaiman mengaku tidak mengetahui secara pasti. Hal ini karena memang daerah yang menjadi titik penyeberangan maupun kedatanganTKI tersebar di beberapa titik. Kampung Tua Bakau Serip adalah satu yang selalu disinggahi.

Untuk sampai ke kampung tua ini, dengan menaiki kapal kayu dengan mesin tempel, para TKI membutuhkan waktu sekitar dua sampai empat jam. Perkiraan ini berdasarkan keadaan cuaca yang seringkali berubah-ubah. (bbi/JPC)