Detik-detik Mumun Melahirkan Bayi Kembar 3 di Mobil Avanza

Mumun bersama 3 bayi kembarnya.

Pasutri Azri Prihatna, 26, dan Mumun Muafiah, 23, sedang berbahagia. Mereka baru saja mendapat anugerah luar biasa, berupa tiga anak kembar cantik yang dilahirkan di dalam Avanza saat hendak ke Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) Kota Cilegon.

ADI MULYADI – SERANG

Nah, untuk mengenang sejarah itu, warga Kampung Cibaga RT 10 RW 03, Desa Mangunreja, Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang, itu memberikan nama ketiga anaknya itu dengan nama Avanza.

Untuk anak pertama diberi nama Nazrina Khaira Avanza, sedangkan anak kedua diberi nama Nazrina Haura Avanza, kemudian anak ketiganya diberi nama Nazrina Khaula Avanza.

Pemberian nama-nama unik itu dilatarbelakangi oleh cerita dramatis, tentang bagaimana sang ibu melahirkan tiga anak kembar tersebut. Mumun terpaksa melahirkan di dalam mobil Avanza warna hitam saat dalam perjalanan menuju RSKM, Kota Cilegon pada Senin (27/8).

Mumun mengaku tidak menduga mendapatkan anak kembar tiga. Semuanya pun cewek. Sebab saat dalam pemeriksaan ultrasonografi (USG) tidak ada tanda-tanda bahwa bayinya kembar tiga.

“Dokter kandungan mengatakan anak saya kembar dua. Itu USG empat dimensi padahal, katanya anak saya kembar dua. Ternyata kembar tiga,” kata Mumun kepada Radar Banten (Jawa Pos Group).

Mumun menuturkan jika proses kelahiran anaknya betul-betul di luar dugaan. Ini ketika ia merasakan kontraksi pada Senin pagi (27/8) pukul 07.00 WIB.

“Awalnya, saya merasakan kontraksi. Saya kira hanya kontraksi biasa, ternyata mau melahirkan. Akhirnya saya teriak ke suami, setelah itu saya tidak ingat apa-apa lagi,” katanya.

Saat itu, Mumun dalam kondisi sangat lemah hingga tidak sadarkan diri. Azri Prihatna, sang suami, saat itu juga langsung mendatangi kakak mertuanya bernama Solehudin, 46, pemilik mobil Avanza. Ia meminta kepada Solehudin untuk mengantarkan istrinya untuk melahirkan ke RSKM Kota Cilegon.

“Saya langsung datang ke Uwak Solehudin, meminta diantar ke RSKM. Setelah itu istri kami gotong ke dalam mobil karena sudah tidak bisa berjalan lagi,” katanya.

Ada enam orang yang ikut serta dalam mobil tersebut. Selain Solehudin, ikut pula ibu mertuanya, Marfiah, 43, serta kakak Marfiah bernama Marjuki, 65, dan kakak perempuan Marfiah bernama Hamka, 60.

“Ibu mertua memangku istri di baris kedua, ibu didampingi Uwak Hamka. Sementara Uwak Solehudin yang bawa mobil, didampingi Uwak Marjuki di kursi penumpang bagian depan. Kalau saya duduk di ruang ketiga,” jelasnya.

Sementara itu, Marfiah berharap agar mobil melaju kencang. Namun, lebar jalan kampung yang sempit dan banyak polisi tidur membuat mobil berjalan harus pelan. “Penginnya sih cepat-cepat, tapi karena jalannya seperti itu, jadinya lamban,” ujarnya.

Suasana dalam mobil menjadi tegang ketika Mumun mulai kontraksi hebat. Kalimat takbir dibacakan para penumpang dalam mobil, memohon keselamatan Mumun yang terlihat kesakitan karena hendak melahirkan di dalam mobil yang melaju.

Sampai akhirnya di perempatan Saliraindah, Kecamatan Puloampel, Mumun melahirkan bayi pertama. Berjenis kelamin perempuan. Melihat Mumun sudah melahirkan, Solehudin membatalkan laju kendaraan menuju RSKM, dan mencari klinik terdekat.

“Saya yang memegang tangan Mumun, kakak saya Hamka yang memegang bayi. Setelah itu Kak Solehudin putar arah, tidak jadi ke Cilegon. Kami langsung mencari klinik terdekat,” ujar Marfiah.

Sepuluh menit kemudian, keluar pula dari rahim Mumun bayi kedua tepat di pertigaan Pengoreng, Kecamatan Puloampel. Kedua bayi yang lahir belakangan ini pun berjenis kelamin perempuan. Kata Marfiah, bayi pertama disimpan di pangkuan Hamka, sementara bayi kedua di tangannya. “Waktu itu ari-ari belum diputus, jadi Kak Hamka memegang dua bayi itu sekaligus,” jelasnya.

Di luar dugaan, muncul lagi bayi ketiga dari rahim Mumun. Baik Marfiah dan Hamka sangat kaget karena mereka mengira hanya dua anak kembar. “Kami kira itu ari-ari, ternyata anak ketiga. Sementara Kak Hamka sudah pegang dua bayi, yang ketiga tidak terpegang. Akhirnya Kak Marjuki yang duduk di depan langsung memutar badan dan memegang anak ketiga,” tutur Marfiah.

Doa-doa meminta keselamatan terus dikumandangkan, selama Solehudin terus mencari klinik terdekat yang tidak kunjung didapat. Cukup dramatis suasana saat itu, mengingat ari-ari tiga bayi kembar masih menguntai dari rahim ke perut sang ibu.

Akhirnya setelah 20 menit mencari, Solehudin melihat Klinik Keluarga di Kampung Bakri Sumur Ranja, Kelurahan Puloampel, Kecamatan Puloampel. Bidan Nani Carini dan Bidan Risa langsung melakukan penanganan pertama. Kemudian ditindaklanjuti Dokter Zaenul yang menangani sang ibu dan ketiga anak kembar tersebut.

“Saat itu betul-betul tegang Mas. Tapi kalau sekarang diingat-ingat, kami tertawa bahagia karena berhasil melewatinya,” jelas Marfiah.

Sementara, salah satu bidan di Klinik Keluarga, Nani Carini mengatakan, setelah beberapa hari Mumun di rumah, dirinya bersama Bidan Risa menjenguk kondisi bayi untuk diberikan perawatan. “Kami sudah jenguk bayi kembar tiga itu, dan sudah ditindik juga,” katanya.

Kata dia, dirinya bersama Bidan Risa menjenguk untuk memastikan kondisi bayi dalam keadaan baik-baik saja. “Sampai dengan saat ini sih kondisi bayi itu baik-baik saja. Sudah ditindik juga bayinya,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, saat keluarga Mumun datang ke klinik, dirinya tidak tahu jika Mumun sudah melahirkan di dalam mobil. “Saya dengan Bidan Risa langsung mendatangi mobil, dan memotong ari-ari di dalam mobil,” katanya.

Kata dia, setelah dipotong ari-ari Mumun, ketiga bayi langsung dibawa ke ruangan khusus untuk dihangatkan. Sementara Mumun langsung mendapatkan pertolongan pertama dari dokter. “Kita langsung berikan pertolongan kepada ibunya saat itu,” ujarnya.

Terkait dengan nama Avanza untuk ketiga anaknya, Azri Prihatna mengungkapkan, muncul seketika dan tidak dipersiapkan sebelumnya. Setelah berdiskusi dengan istrinya tiga nama tersebut disepakati.

“Saya minta pendapat istri untuk dikasih nama Avanza istri setuju, terus saya cari di internet ternyata artinya bagus juga. Beratnya ada yang 2,2 kilogram, ada yang 2,4 kilogram. Anak pertama saya perempuan usianya sudah 11 bulan,” tuturnya.

Dengan kelahiran anak kembar tiga itu, keluara Azri dan Mumun memiliki empat anak. Mumun mengatakan, ketiga anak kembarnya saat ini dalam kondisi sehat walafiat. Mumun memberikan ASI ekslusif kepada tiga anak kembarnya itu.

Mumun mengaku tidak kewalahan mengurus anak tiga kembar. “Malah saya senang, Mas,” katanya saat dihubungi kemarin.

Kata dia, jika anak yang pertama (Nazrina Khaira Avanza) menangis kemudian dikasih ASI. Belum selesai memberikan ASI kepada anak pertama kadang anak yang kedua (Nazrina Haura Avanza) sudah mulai nangis.

“Nah itu paling dibantu dengan susu formula. Itu pun tidak selalu anak yang pertama dulu yang menangis, kadang anak yang ketiga (Nazrina Khaula Avanza) atau yang kedua,” ujarnya. (yuz/jpg/JPC)