Mohon Maaf Lahir dan Batin

Pangkalan Becak

Nai Rundut: Selamat Idul Fitri kepada sahabat-sahabatku sekalian, mohon maaf lahir dan batin.

Janggaleman: Saya juga mengucapkan selamat Idul Fitri, mari kita saling memaafkan seluruh kesalahan yang pernah terjadi diantara kita.

Ullus: Kalian terlalu maju kulihat ini, ini masih tanggal 23 kawan. Artinya belum saatnya untuk mengucapkan Idul Fitri.

Janggaleman: Ada juga benarnya kau itu Ullus. Tapi tak ada juga salahnya kita mengucapkan selamat duluan. Bukannya terlalu maju, karena kitakan sudah akan mudik,..jadi tak akan ketemuan lagi untuk beberapa hari ke depan, makanya tak salah kita ucapkan sekarang mumpung masih ketemu.

Ullus: Lha! Nanti kan bisa juga setelah kita pulang, atau via sms dan jenis medsos lainnya. Zaman inikan sudah serba canggihh,..

Nai Rundut: Apapun ceritanya berjabat tangan langsung jauh lebih afdol dari pad a via smsan.Ngak usahlah diperdebatkan hal-hal seperti itu bro. yang penting aku ingin ikut takbiran dikampung.

Janggaleman: Benar, sebagaian masyarakat kita, pada malam hari raya Idul Fitri dilakukan takbir keliling yang sudah menjadi budaya. Hal ini sesungguhnya merupakan manifestasi kebahagiaan setelah berhasil memenangi ibadah puasa, atau sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas kemenangan besar yang kita peroleh setelah menjalankan ibadah puasa Ramadhan selama satu bulan penuh.

Loading...