Status KLB Difteri Dicabut

Ilustrasi

MetroSiantar.com – Melalui surat keputusan Kepala Dinas Kesehatan dr Ronal Saragih MKes nomor:800/2506/III/2018, Wali Kota Pematangsiantar Hefriansyah secara resmi mencabut status Kejadian Luar Biasa (KLB) tentang penyakit difteri. Pencabutan status ini terhitung mulai hari Senin, (5/3) lalu.

Hal ini disampaikan Walikota melalui Kadinkes dr Ronald Saragih, Kamis (8/3).

Dicabutnya status KLB difteri tersebut didasari berbagai pertimbangan hasil pengecekan di lapangan. Dimana jika pada suatu wilayah atau daerah tidak ditemukan lagi orang yang menderita difteri selama dua kali masa inkubasi terpanjang.

Artinya, sepuluh hari sejak hari pertama kasus terakhir mulai sakit tidak ada lagi yang mengalami penyakit difteri. Kemudian, masa penularan difteri yang mencapai empat minggu tidak ditemukan lagi atau penderita difteri baru, maka berakhirlah masa KLB.

Langkah yang dilakukan Pemerintah Kota Pematangsiantar ini juga sudah diawali pemeriksaaan di lapangan yaitu Outbreak Rensponse Immunization (ORI) di daerah suspect difteri melalui tim penanggulangan KLB difteri kota Pematangsiantar. Sasarannya pada anak usia 1 bulan sampai 18 tahun. Tim memastikan pemberian imunisasi pertama dan kedua selama satu bulan sudah lengkap, dan tidak ditemukan suspect baru di daerah tersebut, maka dinas kesehatan menetapkan pencabutan status KLB difteri.

Terkait hasil uji klinis kepada 1 orang warga di Jalan Kabanjahe, Kelurahan Kristen. Kecamatan Siantar Selatan, yang dirujuk ke Rumah Sakit Adam Malik Medan dan adanya sebanyak 8 sampel kasus KLB difteri yang dikirim Dinkes Provinsi Sumatera Utara ke Puslitbang Biomedis dan Teknologi Kesehatan Kemenkes RI, memberikan hasil penelitiannya melalui surat nomor:LB.03.01/2/2457/2018 tertanggal 22 Februari 2018 yang lalu, menyatakan semua sampel negatif Corynebacterium dhifteries.

Untuk itu Walikota Hefriansyah, SE, MM mengucapkan terimaksih kepada seluruh masyarakat dan aparatur Pemerintah Kota, khususnya kepada jajaran Dinas Kesehatan, jajaran kecamatan, dan kelurahan atas dicabutnya status kejadian luar biasa (KLB) penyakit difteri di kota Siantar.

“Mari bersama-sama kita saling menjaga kesehatan agar masyarakat di kota Pematangsiantar yang tekenal tinggi toleransi di Indonesia ini semakin mantap maju dan jaya”, pungkasnya.

Untuk diketahui, berkaitan dengan adanya warga yang telah menderita suspec difteri, Walikota Pemerintah Kota Pematangsiantar Hefriansyah melalui Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes), dr Ronald Saragih secara resmi menyatakan telah masuk dalam katagori Kejadian Luar Biasa. Penetapan status ini sesuai dengan Peranturan Kementerian Kesehatan (Permenkes) 1501/2010 tentanga jenis penyakit menular tertentu yang dapat menyebabkan wabah dan penanggulangannya.

Permenkes tersebut juga dikuatkan dengan surat Dinas Kesehatan Gubernur Nomor 443.33/831/Dinkes/I/216 tanggal 31 Januari Tahun 2018. Dimana untuk menetapkan dan pencabutan KLB suspec difteri dan melaksanakan ORI di Kabupaten/Kota dilimpahkan kepada daerah masing-masing. Disampaikan, satu orang penderita suspec difteri menjadi dasar penetapan KLB. (pam/esa)