Kapolri Perintahkan Seluruh Polda Siaga Satu

Jenderal Polisi Tito Karnavian

MetroSiantar.com – Kapolri Jenderal Tito Karnavian memerintahkan seluruh kepolisian daerah (polda) dan di bawahnya untuk menetapkan status Siaga Satu.

Hal ini menyusul rentetan aksi bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya. Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, instruksi tersebut sudah disampaikan Tito kepada para kapolda di Indonesia melalui konferensi video.

“Tadi pagi Kapolri sampaikan ke kapolda untuk meningkatkan waspada dan jaga keamanan lebih baik lagi,” kata Setyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (14/5).

Setyo mengungkapkan, Siaga I ini diminta segera dipatuhi oleh seluruh internal Polri di mana pun bertugas. Sementara untuk kondisi sosial, masyarakat diminta tetap melanjutkan aktivitas seperti biasa.

Dengan adanya Siaga I di internal Polri, Setyo menyebut, setiap markas polisi dan tempat lain yang terkait, akan ditingkatkan pengawasannya. Mulai dari penambahan jumlah personel dan frekuensi patroli.

“Artinya Siaga I, kami tingkatkan personel, kegiatan, tapi itu untuk kegiatan Polri internal. Untuk masyarakat silakan beraktivitas, kami akan tetap menjaga masyarakat,” pungkas Setyo.

Empat Imbauan Polri untuk Masyarakat Terkait Terorisme

Mabes Polri mengeluarkan empat imbauan terkait maraknya aksi terorisme belakangan ini. Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, poin pertama, Polri meminta masyarakat untuk tetap tenang.

“Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tanpa mengurangi kewaspadaan tentunya. Melaksanakan aktivitas seperti biasa, namun demikian menjaga lingkungan masing-masing,” kata Setyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (14/5).

Setyo menambahkan, Polri akan melakukan kewajibannya dalam memberikan perlindungan, pelayanan dan penegakan hukum.

Kedua, kata Setyo, Polri juga mengharapkan masyarakat tidak menyebarkan berita yang belum teruji kebenaran dan akurasinya. Masyarakat wajib waspada berita yang dikirim oleh sumber yang tidak jelas.

Seperti informasi adanya serangan terorisme di Gereja Santa Anna, Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin pagi tadi. Menurut Setyo, informasi itu hoaks dan telanjur menciptakan keresahan di tengah-tengah masyarakat.

“Kami mengimbau untuk tidak membagikan atau sharing dan posting kembali informasi yang akan menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Setyo.

Ketiga, Setyo meminta masyarakat untuk menjadikan terorisme sebagai musuh bersama. Masyarakat harus kuat dan bersama-sama melawan terorisme dan radikalisme di bangsa ini.

“Terakhir mengimbau masyarakat tidak posting foto atau video kekerasan dan kesadisan. Kalau sekarang ada di handphone, mohon dihapus,” kata Setyo.

Serangan bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya, kata Setyo, membuktikan sel terorisme terus bergerak. Karena itu, hal tersebut harus menjadikan seluruh elemen masyarakat meningkatkan kewaspadaan.

Polres Siantar Siaga 1

Pasca peristiwa terjadinya ledakan bom yang terjadi di 3 titik Gereja di Surabaya yakni Gereja St. Maria Tak Bercela, GPPS Arjuno, GKI Dipenogoro, sedikitnya 13 orang korban jiwa dan puluhan luka-luka, Polres Siantar memberlakukan status siaga 1 di Siantar.

Polisi melakukan penjagaan ketat beberapa gereja yang sedang melakukan ibadah, Minggu (13/5).

Amatan awak media ini pada Minggu (13/5) pagi, beberapa tempat beribadah umat Kristiani seperti Gereja HKBP Resort Pematangsiantar Jalan Gereja, Gereja Katolik St Laurentius Jalan Sibolga, Gereja Penyebaran Injil (Miracle Community) Jalan Sibolga, GKPI Suka Pardamean Jalan Farel Pasaribu, GPdI Maranatha Jalan Farel Pasaribu, HKBP Mahanaim Jalan Parsoburan, GPI Jalan Patuan Anggi, HKBP Jalan Cornel Simanjuntak, HKI Immanuel DI Panjaitan, jemaat tetap antusias beribadah dan berlangsung aman, kondusif dan lancar.

Kapolres Siantar AKBP Doddy Hermawan, mengatakan pihaknya menurunkan sebanyak 125 personil dibantu dengan Kompi 2 Batalyon B Satbrimobda Sumut dalam mengamankan gereja yang ada di Kota Siantar.

Dikatakan Doddy, saat ini pihaknya siaga satu, sehingga pengamanan lebih ditingkatkan untuk menjaga kekondusifan pasca kejadian bom di Gereja Surabaya.

“Antisipasi, kita kerahkan 125 personil perketat pengamanan gereja. Kita siaga satu,” tegas Doddy.

Untuk itu Doddy menghimbau kepada masyarakat, agar tidak takut terhadap ancaman teroris. “Jika ada orang yang tak dikenal yang gelagatnya mencurigakan segera melaporkan ke kami dan polsek-polsek terdekat,” tandas Kapolres.

Senada Kapolres, Kapolsek Siantar Marihat AKP Rudi Lapian SH, saat ditemui di Gereja HKBP Jalan Cornel Simanjuntak, mengatakan pihaknya melakukan pengawasan lebih intensif.

“Setiap hari Minggu kita tetap melakukan pengamanan dan pasca ledakan bom ini, kita lebih intensif dalam hal pengawasan untuk memberikan kenyamanan pada jemaat yang melaksanakan ibadah,” kata Lapian.

Ditambahkan Lapian, Polsek Siantar Marihat menempatkan 6 orang personil pengaman gereja, 2 personil berpakaian dinas dan 2 berpakaian preman (non dinas). Selain penjagaan (pengaman) di gereja, juga tetap dilakukan pengamanan dengan sistem patroli dengan 2 personil.

Sementara itu, Kapolsek Siantar Selatan Iptu Rudi Panjaitan SH, ditemui di HKBP Resort Jalan Gereja, mengatakan penjagaan dimaksimalkan di beberapa titik-titik Gereja wilayah hukum Siantar Selatan. “Ada 6 personil yang menjaga titik-titik gereja di Siantar Selatan. Semua berkeliling silih berganti mengawas gereja,” kata Rudi.

Terpisah, Kasubbag Humas Polres Siantar Iptu Resbon Gultom, menegaskan Polres Siantar siaga satu, melakukan giat pengamanan. (gid/esa/tan/jpnn)