Ada Pawai Obor dan Kendaraan

Ilustrasi

MetroSiantar.com – Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kota Pematangsiantar H M Natsir Armaya Siregar mengimbau kepada umat Islam yang akan melaksanakan salat Idul Fitri 1439 Hijriyah agar datang lebih awal ke lokasi salat. Ada 9 lokasi terbuka untuk pelaksanaan salat Idul Fitri 1439 H.

Demikian diungkapkan Armaya kepada Metro Siantar, Selasa (12/6). Menurutnya, imbauan itu diungkapkan agar umat Islam bisa melaksanakan salat tepat waktu, yakni sekira pukul 07.15 WIB di masing-masing tempat.

“Itu yang penting, datang lebih awal. Kemudian salat Id itu afdolnya dilaksanakan di lapangan terbuka,” katanya.

Selain masalah ketepatan waktu, ia juga mengajak jamaah salat Id untuk lebih tertib dalam menjaga kebersihan. “Khususnya untuk alas sajadah jamaah. Biasanya masing-masing jamaah membawa alas, berupa koran, plastik dan lainnya. Memang selama ini kesadaran akan kebersihan sudah tinggi. Untuk itu mari kita tingkatkan lagi dengan menumpuk alas sajadah di beberapa lokasi, agar mudah diangkut nantinya,” ujarnya.

Dijelaskan, salat Id di Kota Pematangsiantar digelar di sembilan lapangan dan 47 masjid. Di antaranya Lapangan H Adam Malik dengan Imam/khatib Drs H Abdul Haris Nasution, Lapangan Universitas Simalungun Fakhruddin Sagala SPdI MPd, Lapangan SMA Negeri 4 Muhammad Fadli SH, Lapangan Brimob di Jalan Jenderal Ahmad Yani dengan imam/khatib M Syamsul Bahri SSosI.

Selanjutnya di Lapangan Rindam I/BB dengan imam/khatib H M Nasir Nasution MA, Lapangan Masjid Alhidayah Jalan Melanthon SIregar H Ahmad Syuthury, Lapangan Sepakbola Siantar Martoba Jalan Rakutta Sembiring dengan imam/khatib Albar Suheri Sag, Lapangan Jalan Siatas Barita Drs H Marham MS dan Lapangan SMP Negeri 6 di Jalan Meranti dengan imam/khatib Muhammad Yarham SPdI, serta Lapangan Perguruan Khoirotul Islamiyah di Jalan Melanthon Siregar dengan imam/khatib Zulfahri Nasution.

Untuk Kabupaten SImalungun, sesuai data yang dihimpun hingga kemarin, salat Id juga digelar di beberapa lapangan dan masjid. Di antaranya di Lapangan Anjangsana Nagori Karang Sari, Kecamatan Gunung Maligas dengan imam/khatib Irwan SSosI. Kemudian Lapangan SMA Negeri 1 Perumnas Batu Enam dengan imam/khatib H Zainal Abidin Lc, Masjid Asy-Syuhada Korem 022 PT dengan imam/khatib Drs Syafrudin, Masjid Jami’ Al-Fajri Kompleks UISU dengan imam/khatib Drs H Abdul Hakim Lubis MM, Masjid Al-Hikmah Nagori Siantar Estate dengan imam/khatibRudi Hartono MPemI.

Kemudian masjid Al-Hadi Afdeling VI Kebun Marihat Nagori SIlampuyang dengan imam/khatib Drs Hamzah Purba, Masjid Nurul Yaqin Kebun Marihat Ulu dengan imam/khatib H Sofyan Han dan Masjid Al-Mansyuriah Pamatang Simalungun dengan imam/khatib H M Syarif Ritonga Lc, MHI.

Muhammadiyah Salat di Lima Lokasi

Sementara itu Majelis Tabligh dan Dakwah Muhammadiyah Kota Siantar dalam rilisnya kepada Metro SIantar menyebut, salat Id warga Muhammadiyah digelar di lima lokasi. Yaitu di LapanganSMA Negeri 4 Jalan Merdeka, Lapangan Universitas SImalungun, Lapangan MTs Khoirotul Islamiyah, Lapangan Masjid Taqwa Rambung Merah dengan imam/khatib Drs Marisan, Lapangan MTs Muhammadiyah Marubun Jaya dengan imam/khatib Ustaz Abdul Hamid Sembiring SPdI dan di Lapangan Masjid Taqwa Bukit Rejo dengan imam/khatib Ustaz Azwar Anas SPdI.

Pawai Obor dan Kendaraan

Malam hari sebelum pelaksanaan Salat Id, juga akan digelar pawai obor dan kendaraan. Namun menurut Armaya pelaksanaannya agak berbeda dari tahun lalu.

“Kalau biasanya pawai obor dan kendaraan dimulai dari Jalan Merdeka depan kantor walikota, tahun ini ada perubahan. Jadi pawai obor dimulai dari depan kantor kecamatan yang ada di Kota Siantar. Artinya dari semua kecamatan ada pawai obor dan kendaraan,” ungkapnya.

Disebutkan, setelah berangkat dari kecamatan masing-masing, nantinya peserta pawai akan berkumpul di Jalan H Adam Malik depan kantor DPRD. “Kemungkinan akan dilaksanakan takbir bersama di depan kantor DPRD.”

Armaya juga mengimbau agar peserta takbir tertib, khususnya pemegang obor.

“Mari kita jaga keamanan bersama karena ini api. Jangan sampai kena tubuh. Kemudian obor yang sudah mati jangan dibuang sembarangan. Karena di dalam obor itu masih ada minyak. Intinya hati-hatilah.”katanya. (rel/hez)