Tembok Rumah Roboh Warga Berharap Bantuan

Tembok rumah Nurdeni Boru Nainggolan

MetroSiantar.com – Nurdeni Boru Nainggolan sangat mengharapkan perhatian Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah untuk meringankan bebannya, pasca bencana longsor yang mengakibatkan sebagian tembok rumahnya roboh.

Kejadiannya saat hujan deras turun menggerus tanah di bawah pondasi rumahnya. Keluarga Nurdeni merasa kuatir untuk tinggal di rumah tersebut, karena takut sewaktu-waktu terjadi longsor susulan.

Dijelaskan Nurdeni, longsor bermula saat hujan mengguyur Kota Pematangsiantar, Kamis (1/3) lalu. Tepat pada sore harinya, tiba-tiba dinding rumah tersebut roboh.

“Tiba-tiba saja saat kita sedang kumpul di dalam rumah, dinding rumah saya roboh. Kita langsung berhamburan dari dalam rumah karena takut terjadi yang tidak diinginkan. Kita menyelamatkan diri,” katanya, Rabu (7/3) di Jalan Rajawali Kelurahan Simarito, Kecamatan Siantar Barat.

Disampaikan juga, kondisi rumah korban berada di perbukitan. Sementara hanya sekitar 3-5 meter dari pondasi rumahnya ada tanah yang tergerus dan kemudian merambat sampai ke bagian pondasi rumahnya.

“Memang hari Selasa nya hujan sudah mulai ada titik-titik tanahnya longsor. Pas di hari Rabu-nyalah kejadiannya. Memang hujan di hari Rabu itu lumayan deras. Karena itu tanahnya mulai bergeser,” jelasnya.

Wanita kelahiran tahun 1961 mengakui, sejak kejadian pihak Lurah dan BPBD Kota Pematangsiantar memang sudah datang.

“Mereka datang dan sudah memberikan bantuan tenda dan juga makanan berupa mie instan. Sekarang kami tinggal di tenda sementara waktu sampai rumah kami ini dapat perbaikan,” katanya sembari berharap adanya bantuan pemerintah untuk memperbaiki rumah tersebut agar segera mungkin bisa kembali ditempati.

Dijelaskannya, bahwa saat ini ancaman juga tidak hanya terjadi terhadap bangunan rumah mereka tetapi juga kepada bangunan rumah warga lainnya. “Yang kita takutkan juga kalau ada longsor susulan, maka beberapa rumah lainnya bisa jadi korban. Saat ini rumah kamilah yang menahan tanah. Begitu rumah kami hancur maka rumah lainnya bisa ikut rusak” jelasnya. (pam/esa)