Kadis Dukcapil Siantar Sambuat Rombongan Disdukcapil Sumbar

Patiar
Kadis Dukcapil Kota Pematangsiantar Ulinasari Girsang (duduk di tengah) ketika menerima rombongan Disdukcapil se Sumbar.

MetroSiantar.com – Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Kadis Dukcapil) Kota Pematangsiantar Ulinasari Girsang, menyambut sebanyak 32 orang rombongan Disdukcapil dari 19 kabupaten/kota se Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Rombongan yang dikoordinir Dasran SH yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid) Fasilitasi Kependudukan Didukcapil Provinsi Sumbar, ini ingin mengetahui pola pelayanan Disdukcapil Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar, mengingat Didukcapil Pematangsiantar meraih pelayanan terbaik dengan peringkat pertama se Provinsi Sumatera Utara.

Ulinasari Girsang mengutarakan, jumlah penduduk Kota Pematangsiantar sebanyak 318.675 jiwa, dengan jumlah Kepala Keluarga sekitar 87.712. Sementara, jumlah warga yang sudah wajib E KTP mencapai 211.630 jiwa dan yang sudah rekam E KTP 192.642 jiwa serta jumlah yang belum rekam E KTP sebanyak 19.988 jiwa. Semua itu dilayani hanya dengan pegawai sekitar 50 orang. Untuk memaksimalkan pelayanan, diakuinya tidak lepas dari berbagai inovasi yang dilakukan. “Kita terus berinovasi,” kata Ulinasari Girsang, Rabu (11/7).

Diakuinya, masih banyak masyarakat yang kurang peduli terhadap data dirinya sehingga saat berpindah tempat tinggal antar kabupaten/kota atau provinsi, sering menjadi masalah karena tidak mengurus perpindahan domisi administrasi kependudukan. Mengatasi itu, Ulinasari Girsang mendorong agar Disdukcapil se Provinsi Sumbar terus mensosialisasikan kepada masyarakat betapa pentingnya data kependudukan atau surat pindah.

“Tak jarang warga yang kurang peduli dengan data dirinya saat ingin mengurus karena kebutuhan yang mendesak justru menyalahkan Disdukcapil. Sementara aturan atau ketentuan untuk data kependudukan telah jelas,” terangnya sembari memaparkan, bahwa pelayanan dapat dilakukan dengan baik sesuai target, setelah pihaknya mendatangi tempat-tempat keramaian penduduk yang membutuhkan permohonan E KTP.

“Inovasi yang dilakukan adalah melayani ke tempat-tempat keramaian atau mendatangi alamat warga yang membutuhkan pelayanan perekaman E KTP lebih dari 10 orang. Tempat lain seperti Pasar Horas, Lapas dan lainnya. Namun masyarakat harus tetap didisiplinkan. Harapan kita masyarakat ini sadarlah terhadap administrasi kependudukan,” jelasnya.

Sebelum mengakhiri pertemuan, Dasran SH meminta izin kepada Kadisdukcapil untuk tanya jawab, sehingga pengalaman di Kota Pematangsiantar dapat diaplikasikan di Provinsi Sumbar. “Kami ingin melihat secara langsung proses pelayanan mulai bidang pencatatan dan pendaftaran penduduk. Termasuk bagaimana kesiapan pelayanan terhadap data DPT KPU,” paparnya sembari mengutarakan, bahwa kehadiran ASN yang berdinas di Dukcapil tidak lepas dari Forum Dukcapil Kabupaten Kota Se Sumbar yang telah dibentuk beberapa tahun terakhir.

Dasran SH memberikan apresiasi kepada Disdukcapil karena telah memberikan informasi atau berbagai pengalaman kerja. Ia mengaku bahwa pihaknya memang telah mencoba melayani masyarakat lewat pekan raya Dukcapil. Dimana Disdukcapil se Sumbar dikumpulkan di Kota Padang untuk melayani masyarakat yang membutuhkan pelayanan administrasi kependudukan.

Dijelaskan, bahwa jumlah penduduk di Provinsi Sumbar mencapai  5.511.246 jiwa. Sedangkan yang telah merekam E-KTP sekitar 3.599 598 jiwa dan yang sudah E-KTP sekitar 3.481.014 jiwa. (pam/ahu)