Jabatan Eselon III Bakal Dilelang

Ilustrasi

MetroSiantar.com – Setelah melaksanakan assessment terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) khusus eleson II, Walikota Pematangsiantar Hefriansyah tidak menutup kemungkinan akan melaksanakan lelang jabatan kepada eselon III.

Hal ini dimungkinkan jika hasil assessment dan kriteria lain menunjukkan bahwa Eselon II yang ada saat initidak layak lagi menjabat sebagai pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Kepala Bagian Humas dan Protokoler Hamam Sholeh mengatakan, kalau sejauh ini hasil assessment belum diketahuinya dan belum ada juga informasi kapan penempatan pejabat akan dilakukan. Namun yang pasti, assessment salah satu kriteria menentukan posisi jabatan ASN. Kemudian penilaian kinerja dan lamanya masa kerja.

“Kita tunggu informasi dari pak Sekda. Kita tunggu datang dari Jakarta,” ucapnya.

Mengenai informasi hasil assessment tentang jumlah yang disarankan tim seleksi untuk menjabat pimpinan OPD hanya 50 persen, Sholeh mengaku belum dapat informasi dan sekaligus tidak berani mengklarifikasinya.

Namun yang pasti, jika eselon II yang ada saat ini tidak lagi sepenuhnya diberi jabatan pimpinan OPD, maka kesempatan akan diberikan ke eselon III.

“Dibuka kesempatan kepada eselon III atau yang pernah menduduki eselon III. Kita tunggulah pak Sekda selesai konsultasi dari Jakarta,” terangnya.

Terpisah, Walikota Pematangsiantar mengatakan bahwa hasil assessment sangat penting guna menempatkan pimpinan OPD sesuai dengan kemampuannya. Namun soal hasil assessment, Hefriansyah mengaku belum melihatnya.

“Belum diserahkan Wakil Walikota ke saya. Tapi katanya sudah ada hasilnya. Saya tidak berani menjawab kalau belum saya ketahui hasilnya,” ucapnya.

Ketika ditanyakan apakah eselon II yang tidak disarankan itu akan dinonjobkan, Walikota tidak memberikan alasan. Justru menyuruh wartawan untuk menafsirkannya.

“Kalian saja yang menafsirkannya,” katanya sembari berlalu dari sejumlah awak media.

Sebelumnya, Direktur Pascasarjana Universitas Simalungun, Robert Tua Siregar PhD berharap Walikota tidak salah lagi menyusun perangkatnya dan dapat menempatkan Kepala OPD berdasarkan kemampuannya sehingga pelayanan dapat dirasakan masyarakat.

“Hasil assessment dan wawancara menjadi salah satu dasar Baperjakat untuk menentukan tempat yang tepat bagi ASN dalam melakukan tugasnya,” katanya.

Hasil ini didasari oleh parameter parameter uji assessment psikologi dan kemampuan dengan penulisan makalah tematik dan wawancara. Hasil ini akan diakumulasi dengan proporsi dari masing masing item test.

“Jika memang hasil menunjukkan di bawah passing grad akan menjadi pertimbangan Baperjakat dalam penentuan personal tersebut dalam posisi jabatannya,” katanya.

Passing grad yang telah ditentukan, kata Robert Siregar, akan menjadi acuan Baperjakat dalam penentuan seseorang apakah layak atau tidak. Karena kombinasi Hasil assessment test dan kemampuan akan menentukan nilai seseorang dalam batas ambang passing grad atau tidak. (pam/esa)