Tak Lengkap Syarat Administrasi Calon Direksi PD Diberi Kompensasi

Bagikan:
Pasar Horas kota Pematangsiantar

MetroSiantar.com – Ketua Panitia Seleksi (Pansel) calon direksi Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya dan PD Pembangunan Aneka Usaha Daerah (PAUS) Budi Utari melalui anggota Pansel, Abdu Kodir Siregar didampingi Kabag Humas Soleh mengumumkan nama-nama yang lengkap administrasi bagi calon yang mendaftarkan diri.

Anehnya, peserta yang belum lengkap administrasi diberikan kesempatan untuk melengkapi.

Hal itu disampaikan dihadapan sejumlah wartawan, Rabu (12/9).

Berdasarkan hasil seleksi administrasi, nama-nama yang lengkap administrasi untuk PD PHJ antara lain; Marlon Sinaga SE, Fernando Napitupulu, Toga Sahat Sihite, dan Imran Simanjuntak.

Sedangkan yang belum lengkap administrasi antara lain, Lisnawati Meldawati Siahaan (belum ada SKCK), Burhanuddin Lubis (verifikasi ijazah beluam ada), Diddy Cemerlang (permohonan tidak bermaterai), Hamson Saragih (belum melengkapi pengalaman kerja), Agus Berlin Butarbutar (belum melengkapi riawat hidup dan bebas narkoba dari BNN), Kristian Silitonga (belum melengkapi riawat hidup), Tumpal H Sitorus (belum melengkapi pengalaman kerja), dan Asman (berkas permohonan tidak ditulis tangan sendiri, dan surat pengalaman kerjanya belum di stempel).

Untuk PD PAUS, yang lengkap administrasi yakni; Ferri H Simarmata, Jon Rumanson Saragih, Danimuliati Hasibuan, dan Ferri Ojak Pardede. Sementara yang belum lengkap adalah Evra Saski Damanik (verifikasi ijazah belum ada), Mangarahut Sitorus (verifikasi pengalaman kerja belum ada), Henri Dunand Pardede (surat permohonan tidak bermaterai), Renando E Gultom (tidak melengkapi keterangan peengalaman kerja), Bona Hisar (surat pernyataan memahami manajemen perusahaan tidak ada), Deddy Susanto Saragih (verifikasi ijazah tidak ada dan pengalaman kerja kurang dari 5 tahun) dan Sarjono Tulus Siagian (belum melengkapi pengalaman kerja).

Bagi para calon Direksi yang belum melengkapi berkas diberikan kesempatan untuk melengkapinya tanggal 14 September 2018 paling lambat pukul 10.00 WIB.

Menurut Kodir Siregar, kesempatan melengkapi berkas ini sudah melalui rapat internal Pansel yang diketuai Sekda Kota Siantar Budi Utari, Sekretaris Akhir Harahap, anggota Robert Samosir serta Edy Noah Saragih dan dirinya.

“Ini (waktu untuk melengkapi administrasi) sudah melalui rapat Pansel. Tapi kalau tidak dilengkapi berarti gugur,” kata Kodir Siregar dan ditimpali Soleh bahwa kesempatan untuk melengakapi berkas boleh selama hal itu tidak hal yang prinsip.

Ketika ditanyakan apa dasar Pansel memberikan kesempatan bagi calon Direksi untuk perbaikan kelengkapan administrasi, Kodir Siregar tak memberikan dasar hukumnya. Namun menurutnya, kesempatan diberikan karena kemungkinan para calon silap. “Mungkin ada yang silap atau macam mana. Itu keputusan timsel. Namanya manusia ada yang silap, barangkali ya. Ada kekurangan,” katanya.

Sementara untuk tahapan selanjutnya yaitu uji kelayakan, psikotes tanggal 14 September 2018 pukul 14.00 WIB sampai selesai di ruang data, ujian keahlian tanggal 15 September 2018 pukul 8.00 WIB dan hari yang sama dilakukan tahapan penulisan makalah dan rencana bisnis di ruang Bappeda. Kemudian, persentasi makalah dan rencana bisnis serta wawancara akan dilaksanakan tanggal 28 September 2018. Untuk tahapan ini melibatkan unsur akademisi dari Universitas Simalungun dan Universitas Sumatera Utara.

Tidak Lazim

Terpisah, Direktur Forum Transparansi Anggaran Oktavianus Rumahorbo menilai, kebijakan Pansel dalam memberikan kesempatan bagi Calon direksi PD melengkapi administrasi hal yang tidak lazim terjadi. Menurutnya, langkah itu diduga hanya mengakomodir kepentingan elit tertentu.

“Yang jelas, ketika masa waktu diberikan, itu mencederai jujur dan yang adil. Dan ini tidak bisa menyaring orang-orang yang memiliki kredibilitas yang tinggi calon Direksi PD,” katanya.

Atas kondisi itu, indikasi untuk memenuhi kebutuhan orang tertentu sangat besar dan jika hal itu terjadi maka rencana pembangunan di Kota Pematangsiantar melalui PD sangat diragukan.

“Di awal saja para calon Direksi PD yang gagal melengkapi administrasi tidak mampu memenuhi, bagaimana kalau sudah duduk. Apalagi program yang akan dikerjakan nanti. Yang jelas ini tidak lazim. Kalau memang kurang calon Direksi, ya buat saja rekrutmen baru tetapi tidak menyertakan yang gagal. Itu yang harus dilakukan menjaring orang terbaik dan berkarakter,” pungkasnya. (pam/esa)

Bagikan: