Lokasi Tugu Sangnaualuh Kembali Dipindah

Bagikan:
Raja Siantar Tuan Sangnaualuh Damanik

MetroSiantar.com – Rencana pembangunan Tugu Sangnaualuh akan dilakukan tahun 2018 ini. Hanya saja lokasi pembangunan kembali berubah. Jika awalnya berada di depan Ramayana, sempat direncanakan ke bagian tengah Lapangan Merdeka atau Taman Bunga. Rencana di tengah Lapangan Merdeka berubah karena lokasi tugu perjuangan. Sempat diusulkan di sudut Lapangan Merdeka, tepatnya berseberangan dengan BRI yang ada di Jalan Merdeka.

Terakhir ini, Pemko melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), mengalihkannya ke bagian sudut Lapangan Haji Adam Malik.

Pelaksanaan Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kota Siantar Jhonson Tambunan mengatakan, perubahan terakhir sudah melalui kajian dan juga sudah dibicarakan dengan pihak panitia tugu pembangunan Sangnaualuh. Menurutnya, tidak ada yang menjadi masalah atas perpindahan itu dan saat ini, pihaknya sudah mulai melakukan proses pembangunan. Hal ini juga disampaikan kepada DPRD dalam rapat dengar pendapat terkait program tahun anggaran 2018.

Dijelaskan Jhonson, pihaknya akan membangun landasan patung tugu Sangnaualuh dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp 1,8 milyar. Anggaran ini jauh lebih rendah dari pagu yang ditetap sebelum yaitu Rp 3 milyar. Artinya, sebesar Rp 1,2 milyar tidak dijelaskan apakah akan dipergunakan di tahun 2018 ini. Pembangunan ini sendiri sifatnya multi year sehingga di tahun 2019, PUPR mengusulkan anggaran ke DPRD sekitar Rp 10 milyar. Dimana patungnya rencananya dibuat di Jawa Barat.

Ihutan Bolon Kecewa

Berkaitan dengan rencana pembangunan itu, Sekretaris Umum Pembangunan tugu Sangnaualuh, Pandapotan Damanik mengaku kecewa dengan sikap Walikota karena hingga saat ini Walikota belum pernah berkoordinasi dengan panitia. Walikota dinilai bertindak arogan dan sesuka hati. Semestinya, perpindahan dilakukan sesuai hasil seminar sebagaimana dilakukan sebelumnya.

Pandapotan mempertanyakan alasan untuk memindahkan dan bagaimana dasar hukumnya. Menurut Pandapotan, perpindahan tugu Sangnaualuh seolah hanya kepentingan Walikota bukan kepentingan masyarakat.

“Silahkan saja sesuka dia (Walikota-red) memindah-mindahkan. Dipindahkan tanpa seminar. Itukan tugu pahlawan dan pejuang kota ini,” kata Pandapotan, dengan nada kecewa.

Pandapotan Damanik kembali heran atas situasi ini karena keberadaan panitia pembangunan tugu Sangnaualuh tidak berguna lagi.
“Kurang tahu kita semua ini. Apakah panitia sudah diganti? Tidak ada pertemuan sama sekali. Mungkin sudah punya Hefriansyah itu. Apa landasan pemindahan? Apakah tidak akan menjadi masalah nanti?” jelasnya. (pam/esa)

Bagikan: