HUTAN SITAHOAN SUDAH 5 TAHUN DIRAMBAH

Ilustrasi perambahan hutan.

MetroSiantar.com-Hutan Sitahoan di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, dirambah mafia kayu asal Siantar. Bahkan, perambahan itu sudah berlangsung selama lima tahun.

“Kalau pelaku perambahannya orang Siantar berinisial LSD. Bukan hanya Sitahoan, tapi yang di sekitar Pondok Bulu juga,” kata LS, salah seorang warga Girsang Sipangan Bolon,  Senin (11/12) .

LS menerangkan,  biasanya kayu log hasil perambahan diambil dari hutan dengan kemiringan yang cukup membahayakan. Kayu lalu ditarik dengan menggunakan mobil jillik-jillik lalu diangkut keluar dengan menggunakan truk cold diesel wana kuning. “Mobilnya selalu keluar saat malam hari. Biasanya ditutupi terpal biru untuk sekedar mengelabui masyarakat dan pihak kepolisian,” ujar LS.

Selain lihai, pelaku juga dikenal licin. Hal ini terbukti dari beberapa kali tertangkap oleh salah satu perusahaan yang memiliki izin di sektor Aek Nauli dan dilaporkan kepada pihak berwajib, namun tidak pernah ada tindak lanjut yang nyata dari pihak kepolisian.

”Kami sudah sering mengadukan dengan berbagai barang bukti. Tapi sampai saat ini kami tidak thau tindak lanjutnya dari kepolian. Sebab pelaku masih saja menghabisi kayu di sekitar daerah konsesi,” kata RS, salah seorang pekerja di perusahaan yang memiliki izin konsesi.

Kepada MetroSiantar beberapa waktu, lalu RS mengaku pernah bertemu dengan  pelaku  dan mengingatkan supaya tidak melakukan penebangan kayu di lokasi yang memiliki izin konsesi. Tetapi pelaku tidak mengindahkan teguran itu, dan menantang supaya perbuatannya dilaporkan.

“Laporkan saja. Saya tidakpernah takut. Kemanapun kau laporkan, laporlan saja,”  ujar RS menirukan perkataan pelaku.

Sedangkan Camat Girsang Sipangan Bolon James Siahaan saat ditemui MetroSiantar, mengaku pihaknya sudah sering menerima laporan masyarakat terkait aktivitas perambahan hutan itu. Sebab, dampaknya sudah terlihat dengan menyusutnya sumber mata air dan ancaman longsor saat curah hujan tinggi.

“Sudah sering kita laporkan juga kepada pihak Kehutanan. Tapi respon sampai sekarang tidak ada,” kata James.

Dia berharap, supaya pihak Dinas Kehutanan Provinsi Sumut segera melakukan tindakan dan mengungkap pembalakan liar.

“Janganlah hanya sekedar berpatroli keliling tapi tidak hasil. Kasihan warga yang

terancam hidupnya hanya karena ulah pembalak liar. Jika benar mau ditangkap, seriuslah sampai diproses sesuai hukum berlaku,” sebut James. (ana/ms)

 

Loading...