PT Prima Sauhur Lestari Buang Limbah Cair ke Bah Bolon

Metro Siantar
Limbah cair milik PT Prima Sauhur Lestari yang dibuang ke Sungai Bah Bolon.

MetroSiantar.com – Pabrik kelapa sawit (PKS) PT Prima Sauhur Lestari yang terletak di Desa Pamatang Kerasaan, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun, membuang air limbah ke Sungai Bah Bolon.

Mirisnya, pembuangan limbah ini dilakukan di saat hujan dan warna air sungai berwarna kecoklatan, serta debit air yang tinggi sehingga menutupi jika air Sungai Bah Bolon sudah tercemar dengan limbah cair PKS PT Prima Sauhur Lestari.

Amatan Metro Siantar di lapangan, dari salah satu kolam limbah yang tak jauh dari bibir Sungai Bah Bolon sekitar berjarak 100 meter, tampak jelas dimana ujung pipa pembuangan mengunakan kran dan tong. Salah seorang warga setempat berinisial UD, Kamis (18/1) menuturkan, limbah perusahaan PKS sengaja di buang ke Sungai Bah Bolon.

“Pihak PT tersebut membuang air limbah dengan menggunakan pipa. Dan melalui saluran parit yang mengalir ke Sungai Bah Bolon,” ungkapnya. Diterangkan pria ini, pihak perususahaan dengan sengaja membuang limbah di saat hujan deras agar tidak ada satu pun warga yang mengetahui. “Seolah-olah luapan air yang berada di perladangan warga disebabkan luapan air Sungai Bah Bolon,” jelasnya. “Akan tetapi, bau menyengat pun selalu dirasakan warga. Hingga mengganggu indera penciuman kami,” jelasnya lagi.

Salah seorang tokoh masyarakat yang enggan menyebutkan namanya menuturkan, pencemaran limbah ke sungai bisa menimbulkan bau yang tak sedap, dan bisa saja membahayakan kesehatan warga.

Sebab, limbah ini golongan limbah B3, limbah yang beracun dan sangat berbahaya bagi kesehatan. “Hewan saja bisa mati karenanya, apa lagi manusia,” cetusnya. Saat kru media ini mengkonfirmasi melalui via telepon selular, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Simalungun Dra Misliani Saragih mengatakan, bahwa izin membuang limbah ke sungai sudah ada dari bupati. “Dan, atas rekomendasi dari Dinas Lingkungan Hidup untuk PKS PT Prima Sauhur Lestari, berupa izin pembuangan limbah cair (IPLC),” jelas Dra Misliani Saragih.

Sementara, Manager PT Prima Sauhur Lestari, Suherman melalui Humas R Naingolan kepada kru koran ini mengaku, jika limbah yang dibuang ke sungai hasil endapan dari kolam limbah. “Limbah yang selalu kami buang di sungai sudah tidak berbahaya lagi bagi kesehatan. Dan kami sudah dapat izin dari Dinas Lingkungan Hidup,” katanya.

Terpisah, angota DPRD Simalungun komisi I yang membidangi lingkungan hidup, Edy Sumanto meminta agar Dinas Lingkungan Hidup dalam melakukan pengkajian dan pengujian harus transparan.

“Jika memang perusahaan menyalahi dalam pengelolaan limbah, Dinas Lingkungan Hidup jangan ragu untuk memberikan tindakan tegas. Apalagi merusak lingkungan,” tegasnya. Dari pantuan kru media ini dilapangan sebelumnya, limbah cair tersebut diduga masih baku mutu. Sebab sangat terlihat jelas dari beberapa endapan limbah di bawah pipa pembuangan. Limbah masih berwarna hitam pekat, dan tak sesuai standar. (jay/ahu)

Loading...