Terbukti Miliki Sabu, Oknum Polisi Hanya Divonis 4 Tahun Penjar

Bripka Syamsul Bahri ketika keluar dari dalam ruang persidangan.

MetroSiantar.com – Aneh, majelis hakim Pengadilan Negeri Simalungun sepertinya tak mendukung program pemerintah untuk memberantas narkotika. Terbukti, seorang oknum polisi yang terlibat narkoba hanya divonis 4 tahun penjara. Padahal sebelumnya, jaksa menuntut terdakwa 9 tahun penjara.

Adalah Bripka Samsul Bahri yang merupakan aknum polisi itu. Dia dijatuhi hukuman bersama abangnya, Syarifuddin masing-masing 4 tahun penjara denda Rp800 juta, subsider 6 bulan kurungan, Kamis (13/2).

Menurut majelis hakim diketuai Lisfer Berutu, didampingi dua hakim anggota yakni Mince Tarigan dan Novarina Manurung, kedua terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 112 (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Sudahlah, gak usah semuanya diungkapkan,” ungkap Lisfer Berutu kepada terdakwa saat oknum polisi tersebut menuangkan curahan hatinya saat persidangan berlangsung.

Sontak, mendengar isi putusan ini, terdakwa tampak senang dan langsung menerimanya. Lain halnya dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) David Sipayung, dan Cristanto. Kedunya menyatakan pikir-pikir atas vonis hakim itu.

Terungkap sebelumnya dalam persidangan, Bripka Samsul Bahri dan abangnya, Syarifuddin ditangkap personel Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Simalungun dari rumahnya di Perumahan Graha Harmoni, Nagori Rambung Merah, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Minggu 10 September 2017.

Ditemukan satu tas merk Fossil warna coklat. Setelah dibuka, di dalam tas itu ditemukan satu Kartu SIM-C atas nama Syamsul Bahri, satu kartu NPWP atas nama Syamsul Bahri, satu kartu debit ATM BNI, satu kartu debit ATM Mandiri, dua plastik kecil klip kosong, dua pipet plastik bentuk sekop.

Kemudian, satu gulungan kecil kertas timah, satu plastik klip ukuran sedang yang berisi pecahan diduga pil narkotika jenis ekstasi warna pink, satu kaca pirex diduga berisi sisa narkotika sabu bekas dibakar. Setelah melakukan penggeledahan di kamar terdakwa, polisi menggeledah kamar yang terdapat di loteng rumah tersebut, dan ditemukan satu plastik klip besar berisi 55 buah plastik klip besar, satu plastik klip besar berisi 57 plastik klip kecil.

Se;anjutnya, satu pipa selang kecil, satu karet kompeng, satu gunting kecil, satu lak/lem plastik, tiga pipet plastik, satu plastik berisi cottonboth, satu plastik klip kosong, dua mancis, satu kalkulator, lima plastik klip besar berisi sisa narkotika jenis sabu, satu plastik klip besar yang di dalamnya terdapat satu plastik klip besar yang didalamnya terdapat satu plasti klip besar diduga berisi narkotika jenis sabu.

Kemudian, satu kaca pirex diduga berisi narkotika sabu bekas dibakar, satu plastik klip ukuran besar berisi serbuk tanaman, dan satu pil warna putih. Setelah melakukan penggeledahan di loteng, Samsul Bahri bersama Sayrifuddin didampingi saksi Aswin Manurung, saksi Syarif N Solin, dan saksi Donal Tobing (ketiganya anggota polisi) datang kembali ke rumah terdakwa, dan selanjutnya dilakukan penggeledahan di dalam mobil terdakwa. (ros/ahu)