Hutan Lindung Simacik II Dolok Silau Ada Aktifitas Penyadapan Getah

Adi
Pohon pinus Hutan Lindung Simacik II Dolok Silau yang disadap getahnya diprotes warga.

MetroSiantar.com – Pengurus Karang Taruna Kecamatan Dolok Silau mendatangi areal hutan lindung berisi pohon pinus Simacik II, yang terletak di Nagori Panribuan, Kecamatan Dolok Silau, Senin (12/3) sekira pukul 13.00 WIB.

Kedatangan mereka, terkait adanya aktifitas sekelompok orang yang melakukan penyadapan getah pohon pinus, yang diduga sudah berlangsung selama 1 bulan, di hutan pinus masih berada dikawasan hutan lindung Simacik II Dolok Silau tersebut.

J Ginting (35), Kepala rombongan yang juga Ketua Karateker Karang Taruna Kecamatan Dolok Silau menyebutkan bahwa aktifitas penyadapan getah pohon pinus sudah berlangsung kurang lebih 1 bulan, dan telah dilaporkan oleh masyarakat.

Berdasarkan laporan warga tersebut, sebelum terjun ke lokasi, pihaknya telah mengumpulkan tanda tangan yang nantinya akan dikirim kepada pihak Dinas Kehutanan Provinsi Sumut atas keberatan adanya aktifitas tersebut.

Adanya aktifitas tersebut dianggap warga dapat merusak hutan hingga dapat berpengaruh terhadap pertanian mereka. Karena menurut mereka, hutan lindung Simancik II Dolok Silau merupakan sumber air untuk kebutuhan sehari-hari mereka.

“Kami menginginkan agar aktifitas penyadapan itu segera dihentikan. Kami sejauh ini belum tahu ada atau tidak izinnya. Bagi kami ada atau tidak ada izinnya kami minta agar dihentikan. Ini khan hutan lindung, air yang ada di Simacik II inilah sumber penghidupan kami baik untuk rumah tangga maupun untuk pertanian warga”, tandas J Ginting.

Amatan di lokasi yang berjarak cukup jauh dari jalan lintas Kecamatan Dolok Silau, tampak sebuah gubuk yang terbuat dari kayu yang diduga sebagai basecamp para pekerja sebelum mencapai lokasi penyadapan getah pinus.

Setibanya di lokasi penyadapan, awak media bersama rombongan Karang Taruna Kecamatan Dolok Silau melihat memang ada aktifitas penyadapan getah pinus yang dimaksud. Terlihat dengan jelas, sudah terpasangnya mangkuk plastik melingkari lingkaran batang pohon pinus.

Ada yang terpasang kurang dari 5 mangkuk, ada juga yang lebih, yang masing-masing terletak di atas tanah, dibawah sadapan kulit pohon pinus. Dan ketika diamati, di dalam mangkuk yang terbuat dari plastik itu, sudah terdapat getah pinus yang sudah menggumpal berwarna putih.

Selang beberapa saat kemudian, seorang lelaki tua bernama Aceng, yang ditaksir berusia kisaran 52 tahun itu mengaku sebagai pekerja penyadap yang berasal dari Jawa Barat, dan mengaku sudah 1 bulan berada di Hutan Simacik II Dolok Silau tersebut.

Saat ditanya siapa yang menyuruhnya melakukan penyadapan tersebut, Aceng mengaku seorang lelaki yang beralamat di Medan yang tidak diketahuinya namanya. Saat ini dirinya bersama 13 orang lainnya sudah bekerja di dalam hutan tersebut. Dirinya sendiri bersama 2 orang rekannya mendapatkan jatah 3 hektare di dalam hutan tersebut.

Aceng mengatakan tidak mengetahui pasti terkait perizinan. Dirinya hanya disuruh bekerja oleh orang yang di Medan, dan ada mandornya yang pada saat itu sedang berada di bagian dalam hutan. (adi/esa)