Demi Jabatan Kasek Rela Bayar Rp50 Juta

Tersangka yang mengenakan jacket (tengah) saat diperiksa penyidik Aiptu Darwin Siregar, SH.

MetroSiantar.com – Oknum aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di Kabupaten Simalungun merelakan uangnya senilai Rp50 juta demi jabatan kepala SMA N 2 Jawa Maraja Bah Jambi. Namun, lama ditunggu surat penugasan sebagai kepala sekolah tak kunjung datang.

Habis kesabaran, HS (53), oknum PNS di Kabupaten Simalungun ini akhirnya melaporkan ALT, pria yang menjanjikan bisa ‘mengurusnya’ menjadi kepala sekolah. ALT(49) merupakan warga Sidikkalang, Kabupaten Dairi, sehari-hari bekerja sebagai pendeta di salah satu denominasi gereja.

Penipuan itu berawal dari pertemuan korban dengan Pdt L Sitorus, yang menjadi saksi dalam kasus ini. Dalam pertemuan itu, korban mengutarakan maksud hatinya ingin menjabat sebagai kepala SMA N 2 Jawa Maraja, Bah Jambi.

Kepada korban, saksi pun mengatakan akan menghubungi temannya, tidak lain adalah pelaku, untuk membantu memuluskan niat korban menjadi Kepala SMA N 2 Bah Jambi. Karena menurut pengakuan saksi kepada korban, pelaku dekat dengan pejabat di Simalungun.

Setelah dihubungi, pelaku datang ke rumah saksi yang berada di Jalan Farel Pasaribu, Kecamatan Siantar Marihat. Disana pelaku meminta kepada korban untuk menyiapkan uang sebesar Rp50 juta, yang nantinya akan menjadi ‘pelicin’ agar bisa menjabat kepsek yang diniatkan korban.

Pada Sabtu 26 November 2016 silam, korban memberikan uang kepada pelaku melalui transfer ke rekening pelaku.

Awalnya korban memberi uang Rp20 juta, dan selang beberapa hari kemudian korban kembali mengirim uang Rp 20 juta ke rekening yang sama. Hingga pada 28 November 2016, korban mengirimkan uang sebesar Rp10 juta.

Korban pun menunggu realisasi kesepakatan mereka dengan pelaku. Namun hingga pada bulan Mei 2017, korban tak kunjung menjabat sebagai Kepsek SMA N 2 Bah Jambi.

Kecurigaan pun muncul dibenak korban. Pada 4 Juni 2017, korban mendatangi rumah pelaku di Kabupaten Dairi.

Kedatangan itu dengan maksud meminta kembali uang yang telah dikirimnya ke rekening pelaku.

Bukannya mendapatkan kembali uangnya, korban kembali mendapat janji manis pelaku. Saat itu pelaku berjanji akan mentransfer uangnya ke rekening korban. Namun hal itu tidak terjadi.

Tidak ingin uangnya lenyap dengan sia-sia, korban pun membuat laporan pengaduan ke Polres Pematangsiantar. Laporan korban tertuang dengan nomor LP / 382 / XI / 2017 / SU / STR.

Setelah sekian lama melakukan penyelidikan dan penyidikan, petugas akhirnya menangkap pelaku, Seasa (17/4). Pelaku yang diboyong ke ruang penyidik Sat Reskrim Polres Pematangsiantar langsung dilakukan pemeriksaan.

Pelaku akhirnya berstatus tersangka dan dilakukan penahanan di Rumah Tahanan Polisi (RTP) selama 20 hari, terhitung tanggal 17 April – 6 Mei 2018. Selain menahan pelaku, petugas juga menyita 1 buah buku tabungan milik pelaku.

Kasubbag Humas Polres Pematangsiantar Ipti Resbon Gultom mengatakan, tersangka dijerat Pasal 378 dan atau Pasal 372 KUHPidana.

“Kita sangkakan dengan pasal penipuan dan atau penggelapan,” kata Resbon. (gid/esa)