Sebelum Diperkosa, YG Dipukul dan Ditendang Mantan Kekasih

Wakapolres Simalungun Kompol Zulkarnaen Pane, didampingi Kasat Reskrim AKP Poltak YP Simbolon SIK, Kaurbin Ops Reskrim Iptu Masrianto, Kanit PPA Ipda B Lumbantobing, saat menggelar press release di Mapolres Simalungun.

MetroSiantar.com – Kasus pemerkosaan yang menimpa korban YG (17) warga Nagori Tiga Raja, Kecamatan Silimakuta pada Jumat (29/6) lalu, ternyata diawali dengan penganiayaan oleh pelaku. Korban menolak permintaan para pelaku, sehingga YG mendapat pukulan dan tendangan di tubuhnya.

Wakapolres Simalungun Kompol Zulkarnaen Pane, Senin (9/7) sekira pukul 09.00 WIB, menggelar press release terkait kasus tersebut, di Aula Andar Siahaan Mapolres Simalungun Pematangraya.

Wakapolres yang didampingi oleh Kasat Reskrim AKP Poltak YP Simbolon SIK, Kaurbin Ops Reskrim Iptu Masrianto, Kanit PPA Ipda B Lumbantobing, dan Kasubbag Humas AKP M Siburian, mengatakan, sekira pukul 22.00 WIB, ketiga pelaku ditambah satu orang temannya, bermain internet di warnet Saribudolok. Jadi pada saat itu, salah seorang FJS ini yang sudah pernah pacaran dengan korban ZP, meminjam HP milik AK untuk menghubungi korban dengan SMS, yang isinya ancaman, yakni apabila korban tidak datang menemuinya, maka pacarnya korban akan ditusuk, hingga akhirnya membuat korban menemuinya di Pekan Saribudolok, sesuai dengan perjanjian pertemuan yang ditentukan oleh FJS,”katanya mengawali press release.

“Pada saat korban tiba di tempat tersebut, dijemput oleh FJS dengan menggunakan sepedamotor. Saat dijemput tersebut, para pelaku lainnya datang, dengan alasan untuk bakar-bakar ikan digubuk milik FJS. Pada saat digubuk tersebut terjadi pertengkaran antara korban dengan FJS, karena korban dituduh selingkuh. Pada saat pertengkaran tersebut, korban sempat dipukul dan ditendang oleh PJS. Tak hanya itu, PJS membuka celananya dan berusaha membuka celana korban,”katanya, mengungkapkan kronologis kejadian.

Setelah FJS, posisinya digantikan oleh AK dan dilanjutkan lagi oleh ZP. Dan setelah selesai, Sabtu (30/6) sekira pukul 01.00 WIB, FJS dan AK mengantarkan korban kerumahnya. Sesampainya di rumah, korban pun menceritakan apa yang dialaminya kepada orang tuanya. Dan keesokkan paginya, korban pun diboyong ke Kantor Polisi untuk melaporkan kejadian yang dialami oleh anaknya.

Dijelaskan, para pelaku akan dijerat dengan pasal 81 atau 82 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 dan sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016, dengan ancaman 15 tahun penjara. (adi/esa)