120 Kru Kapal Danau Toba Diklat Penyelematan Darurat

Ramsiana Gultom
Instruktur Pelaut BP2LP Usmiadi saat memberikan pelatihan dan arahan kepada 120 peserta Diklat di dalam Kapal Fery Toba1.

MetroSiantar.com – Sebanyak 120 orang kru kapal motor di Kawasan Danau Toba mengikuti pendidikan dan latihan (Diklat) penyelamatan darurat yang diselenggarakan di Parapat dan Ajibata, Rabu (11/7).

Diklat yang dikhususkan bagi kru kapal motor ini diselenggarakan oleh Dinas Perhubungan di bawah Tim Teknis BPSDM, Pusbang Laut dan BP2 LP Malahayati Aceh. Di bawah pimpinan Istruktur Pelaut BP2LP Aceh Husmiadi, peserta akan mendapatkan pelatihan dan simulasi saat terjadi keadaan darurat saat berlayar di danau.

“Dalam diklat ini peserta akan dibekali basic safety training kapal layar motor dan crowd crisis management. Mereka juga akan mendapatkan sertifikat untuk keduanya,” ujar Husmiadi.

Tujuan dari diklat ini, lanjut Husmiadi agar seluruh awak kapal dan kru di Danau Toba pada saat keadaan darurat dapat melakukan tindakan evakuasi, mengarahkan penumpang dan mampu melakukan tindakan penyelamatan.

“Pada saat keadaan darurat, dalam diklat ini mereka diharapkan terampil melakukan lompatan ke danau, cara meminta bantuan, cara menggunakan life jacket dan cara menaiki rakit penolong berbentuk tiup yang terbuat dari karet,” imbuhnya.

Sebanyak sembilan orang instruktur diturunkan untuk memberikan pelatihan ini. Selain dibekali dengan teori, seluruh peserta juga mendapatkan praktek langsung. Dengan menaiki kapal Fery Toba 1, peserta dibawa ke tengah danau.

“Dari kapal fery, akan dilakukan simulasi penyelamatan, mereka telah dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai tupoksinya. Ada yang jadi penumpang, ada juga yang terjun langsung ke Danau. Semaksimal mungkin kita latih agar mampu melakukan tindakan penyelamatan dan evakuasi,” terangnya.

Diakhir diklat, seluruh peserta akan mendapatkan dua sertifikat yakni sertifikat Basic Safety Training Kapal Layar Motor (BSTKLM) dan sertifikat Crowd Crisis Management (CCM) dari penyelenggara BP2LP.

“Diklat ini gratis dan akan dilangsungkan secara bertahap. Ini masih tetap pertama Kita akan adakan kegiatan yang sama tiga kali lagi dengan peserta yang berbeda. Harapannya sampai seluruh kru kapal motor se kawasan Danau Toba mengikuti diklat ini dan memperoleh sertifikat yang sama pula,” pungkasnya Husmiadi.

Ketua Oraganisasi Perkapalan Sejenis (OPS) Marihat Permai Parapat Urupan Sitanggang yang juga ikut menjadi peserta diklat kepada awak koran ini mengucapkan terimakasih atas diklat gratis ini. Sebagai ketua OPS Marihat Permai, Urupan menilai diklat ini sebagai bentuk pelatihan yang selama ini sangat dibutuhkan oleh para kru kapal.

“Kegiatan ini sangat baik, sehingga kami para pelaku dan kru kapal memiliki keterampilan di bidang penyelamatan. Ilmu teori dan praktek ini sangat berarti bagi kami,”ujar Urupan. (ana/esa)