Modus Menjadi Penumpang, 4 Pencuri di Bus Dibekuk Polisi

Pres release Wakapolres Simalungun Kompol Zulkarnaen Pane, didampingi Kasat Reskrim AKP Poltak YP Simbolon SIK, Kaurbin OPS Satreskrim Iptu Marsianto, dan Kanit Jatanras Iptu Hengky Siahaan SH.

MetroSiantar.com – Modus pencurian di dalam angkutan umum dengan menyaru sebagai penumpang yang terjadi diwilayah hukum Polres Simalungun, berhasil diungkap oleh Unit Jatanras Satreskrim Polres Simalungun, dengan berhasil membekuk 4 orang pelaku dan sejumlah barang bukti hasil kejahatan para pelaku.

Hal tersebut terungkap saat gelar press release yang dipimpin oleh Wakapolres Simalungun Kompol Zulkarnaen Pane, didampingi Kasat Reskrim AKP Poltak YP Simbolon SIK, Kaurbin OPS Satreskrim Iptu Marsianto, dan Kanit Jatanras Iptu Hengky Siahaan SH, Rabu (12/9) sekira pukul 15.00 WIB, di Lapangan Aspol, Jalan Asahan, Kelurahan Siopat Suhu, Kecamatan Siantar Timur, Kota Pematangsiantar.

“Ada 2 kasus yang terjadi diwilayah hukum kita, Polres Simalungun kasus pencurian didalam bus angkutan umum saat melintasi jalan menuju Parapat dan keluar dari Parapat, yang terjadi di pada Rabu (22/8) sekira pukul 23.30 WIB, dan Sabtu (1/9) pukul 11.40 WIB, yang lalu, dengan 2 orang korban, dengan total kerugian dari 2 orang korban ditaksir hingga Rp 45 Juta,” kata Zulkarnaen.

“Berkat kerja keras, Kasat Reskrim dan Kanit Jatanras Polres Simalungun, kita berhasil mengungkap para pelakunya dan sudah mengamankan 4 orang pelaku, serta barang buktinya berupa kalung emas dan handphone,” sambung Zulkarnaen.

Dijelaskan Zulkarnaen, modus operandi para pelaku 3 orang di dalam mobil penumpang umum. Pada saat di pertengahan jalan, 1 orang menyetop kendaraan tersebut, untuk memecahkan konsentrasi pengemudi. Sedangkan pelaku yang sudah di dalam bernama LS alias K mulai beraksi dengan cara pura-pura menggeser penumpang yang sudah menjadi sasarannya, serta saling memberi kode dengan pelaku lainnya. Dengan cara jaket diletakkan di tangan kiri sembari membawa koper besar, dan langsung beraksi mencuri barang berharga milik penumpang.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Simalungun AKP Poltak YP Simbolon menambahkan, dalam aksinya mereka bekerja berkelompok dengan menyewa mobil. Saat pelaku lain sudah berada di dalam bus penumpang, mobil yang mereka pergunakan mengikutinya dari belakang. Di tempat yang mereka anggap aman, barulah mereka beraksi.

“Para pelaku kita kenakan dengan pasal 363, ayat (1) ke 4e dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara,” tegas Kompol Zulkarnaen Pane.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, dilansir sebelumnya, berdasarkan dengan Laporan Polisi Nomor LP/ 23 /IX /2018/SU/SIMAL/DOPAN, tanggal 01 September 2018, dan Laporan Polisi Nomor LP/22/VIII/SU/SIMAL/DOPAN Tanggal 23Agustus 2018, Unit Jatanras Satreskrim Polres Simalungun, Rabu (5/9) kemarin berhasil mengamankan para pelaku LS alias Kresek (45) warga Jalan Rindung, Kelurahan Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar. Kemudian, DL (35) warga Jalan Kornel Simanjuntak, Kelurahan Tong Marimbun, Kecamatan Siantar Marihat, Kota Pematangsiantar. Lalu, JT (35) warga Jalan Prapat Jm 4,5, Kelurahan Simarimbun,
Kecamatan Siantar Marihat. Dan RS (45) warga Jalan Rikardo Siahaan, Kelurahan Aek Nauli, Kecamatan Siantar Selatan, Kota Pematangsiantar.

Salah satu pelaku sempat berusaha melarikan diri dan digagalkan dengan sebutir timah panas. (adi/esa)