Diduga Illegal, Konferda FSPTI-KSPI Dibubarkan

Bagikan:
Massa FSPTI-SPSI Simalungun pimpinan Pahala Nainggolan dan Kodya Siantar pimpinan Maurids Nainggolan foto bersama sebelum membubarkan diri, Kamis (13/9)

MetroSiantar.com – Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Federasi Serikat Pekerja Transportasi Indonesia dan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSPTI-KSPI)   yang direncanakan berlangsung selama tiga hari (13-15/9) di Hotel Danau Toba Cottage, Parapat, dibubarkan paksa oleh Polisi, Kamis (13/9).

Polisi terpaksa membubarkan pelaksanaan Rakerda karena sebelumnya pihak Polsek Parapat menerima laporan dari Ketua DPC FSPTI Simalungun Pahala Nainggolan bersama Ketua DPC FTPSI Kotamadya Siantar Maurids Nainggolan atas dugaan diadakannya Konferda ilegal, dan setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata benar bahwa pihak yang akan melaksanakan Rakerda tidak memiliki Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) dari pihak kepolisian.

Ketua DPC FSPTI-SPSI Simalungun Pahala Nainggolan mengaku mendatangi Hotel Danau Toba Cotage bersama massa yang berkisar 500 orang untuk turut menghentikan pelaksanaan Rakerda ilegal.

“Sekira pukul 14.00 WIB, info yang kita himpun ternyata belum juga dibubarkan. Lalu kami mendatangi Danau Toba Cotage untuk melihat dan memastikan apa Rakerda sudah dibubarkan. Ternyata, setelah ditinjau ke lokasi, tidak jadi terlaksana, sebab Rakerda itu ilegal,” ujar Pahala.

Maurids Nainggolan Ketua DPC FSPTI Kota madya Pematang Siantar, membenarkan pihak kepolisian tidak memberikan izin kegiatan dan dibubarkan.

“Alasannya, berdasarkan surat yang telah kita layangkan ke Polres dan pihak polsek untuk tidak memberikan izin pelaksanaan rakerda ke empat,” kata Maurids.

Sementara Kapolsek Parapat AKP Bambang Prayitno membenarkan adanya pembubaran tersebut.

“Mereka tidak bisa melaksanakan Konferda karena tidak memiliki izin STTP dari pihak kepolisian, dan kita sarankan untuk mengurus izin surat tersebut,” terang Bambang.

Berdasarkan keterangan Ketua DPC FSPTI-SPSI Simalungun Pahala Nainggolan, ketua SBSI Pimpinan Pusat Codrat P Nainggolan SE MAP dan Sekjen Safril Arsad SSos, DPD Sumut yang sah adalah M Blin Brahmana, Sekretaris Ramlan Purba SH dan di Simalungun ketua SPSI dibawah pimpinan Pahala Nainggolan dan sekretaris Supriadi, SE, sedangkan Kodya Pematang Siantar dibawah pimpinan Maurids Nainggolan dan Sekretaris Agus Butarbutar SH.

Pahala menambahkan, jikalau  ada di Simalungun yang mengaku SPSI di luar pimpinan Pahala Nainggolan dan di Siantar dibawah pimpinan Maurids Nainggolan dan adalah illegal.

Senada, disampaikan Sekretaris DPD Sumut Ramlan Purba SH. (ana/esa)

Bagikan: