Puji Tuhan, Lolos Passing Grade: 270 Ujian, Hanya 9 Lolos

Bagikan:
Peserta ujian CPNS di SMPN 1 Raya saat keluar dari ruang ujian untuk sesi pertama di hari kedua, Selasa (6/11). (Edi Saragih)

MetroSiantar.com – Wajah muram terpancar dari kebanyakan peserta Seleksi Kemampuan Dasar (SKD) calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemkab Simalungun tahun anggaran 2018, yang baru keluar dari ruang ujian.

Kebanyakan peserta tidak lolos dari nilai passing grade yang dibutuhkan. Untuk Tes Karakteristik Pribadi (TKP) minimum 143, Tes Intelegensia Umum (TIU) minimum 80, dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) 75.

“Tidak lolos bang, mungkin belum rejeki,” kata Nina, salah satu peserta yang menjalani ujian di lokasi SMK 1 Pematang Raya, Selasa (6/11).

Menurut Nina, soal menyangkut wawasan kebangsaan dan karakteristik kepribadian, dinilai sangat menyulitkan.

“Kita merasa waktu yang diberikan terlalu singkat. Hanya 90 menit untuk 100 soal. Mungkin butuh penambahan 20 menit,” kata Nina, diamini rekan-rekannya.

Dari informasi panitia di papan pengumuman, untuk sesi pertama di SMKN 1 Raya, dari 90 orang yang mengikuti ujian, hanya 1 orang yang nilainya lolos passing grade.

Sementara berlokasi di SMPN 1 Raya, sebanyak 6 orang peserta melewati batas passing grade. Dari 89 peserta yang mengikuti ujian.

“Puji syukur, lulus bang, “ kata Hendra Purba, salah seorang peserta yang langsung menunjukkan nilai ujiannya. Terlihat di kertas yang ditulisnya, Hendra meraih nilai 90 untuk TWK, 100 untuk TIU dan 143 untuk TKP.

Dari informasi di papan panitia yang berlokasi di Aula Tn Johan Garingging Simalungun City, untuk sesi pertama yang melakukan ujian mulai pukul 07.30-09.30 WIB, hanya dua orang yang lolos nilai passing grade dari 90 orang yang melakukan ujian.

Belum Ada Istilah Lulus

Sementara Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Simalungun Jamesrin Saragih mengatakan, walau hasil ujian sudah langsung diumumkan, namun peserta belum disebut lulus atau gugur.

“Memang dasarnya passing grade. Tapi belum lulus atau tidak lulus, karena masih ada tahapan,” kata Jamesrin Saragih. (esa)

Bagikan: