AKBP Liberty Panjaitan Imbau Para Korban agar Melapor

Bagikan:
Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan SIK MH, didampingi Kasat Reskrim AKP Ruzi Gusman SIK dan Kanit Tipikor Iptu S Pinem, saat menggelar press release terkait OTT. (Adi)

MetroSiantar.com – Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan mengimbau masyarakat Simalungun penerima program hibah air minum perkotaan 2018 masyarakat berkemampuan rendah (MBR) dari Kementrianm PUPR, untuk menyampaikan keterangan ke Polres Simalungun.

“Silakan mengadu, siapa pun masyarakat yang menjadi korban,” kata AKB Marudut Panjaitan.

Sementara diberitakan sebelumnya, Perme Naibaho (53), perempuan berstatus janda di Dusun Bongbongan Balige, Nagori Rawang Pardomuan Nauli, Kecamatan Panei, sudah 8 bulan menunggu sambungan rumah (SR) jaringan pipa milik PDAM Tirta Lihou.

Wanita yang sehari-hari bekerja sebagai buruh di sawah dan ladang warga ini, mengaku kesal terhadap petugas PDAM Tirta Lihou yang ditempatkan di Kecamatan Panei, berinisial DS. Pasalnya, Perme dan 9 warga Nagori Rawang Pardomuan Nauli telah memberikan uang Rp1,7 juta kepada DS, agar jaringan pipa segera dipasang ke rumah warga yang telah disurvei sebagai penerima manfaat Program Hibar Air Minum Perkotaan 2018 Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

“Uang itu hasil panen dari sawah yang kusewa. Sebagian merupakan upah saya dari kerja menanam padi di sawah warga,”kata Perme Naibaho didampingi Pangulu Rawang Pardomuan Nauli Adiris Simanjuntak, saat ditemui kru METROSIANTAR, Jumat (28/9).

Wanita yang tinggal sendiri di rumahnya ini menjelaskan, saat itu petugas dari PDAM Tirta Lihou setengah memaksa meminta uang Rp1,7 Juta tersebut. Mereka diancam, program itu akan dialihkan kepada orang lain, jika tidak segera membayar.

“Sudah saya jumpai si DS, disebutkanya sabar dulu. Tapi hanya saya yang belum dipasang, sementara 8 lainnya sudah dan 1 orang lagi baru sekitar 1 bulan lalu,” katanya.

Perme berharap, pihak PDAM Tirta Lihou segera menyambungkan air ke rumahnya. Karena dirinya sangat membutuhkan air bersih.

Sementara Pangulu Rawang Pardomuan Nauli, Adiris Simanjuntak, mengatakan, dirinya memang sudah mendapatkan informasi adanya 10 warga yang mendapat bantuan pemasangan jaringan air minum dari pemerintah.

“Memang ada bantuan. Tapi warga yang menerima program itu mengaku membayar Rp1,7 juta,”kata Adiris Simanjuntak.

Ditambahkan Adiris, sambungan PDAM Tirta Lihou di Rawang Pardomuan Nauli sudah ada sekitar dua tahun lalu. (esa)

Bagikan: