Oknum Pegawai PDAM Tirta Lihou Terjaring OTT

Bagikan:
Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan SIK MH, didampingi Kasat Reskrim AKP Ruzi Gusman SIK dan Kanit Tipikor Iptu S Pinem, saat menggelar press release terkait OTT. (Adi)

MetroSiantar.com – Oknum pegawai PDAM Tirta Lihou terjaring operasi tangkap tangan (OTT) saat menerima uang pungutan dari calon pelanggan penerima manfaat program Kementrian PUPR untuk masyarakat berkemampuan rendah (MBR) tahun anggaran 2018.

Uang senilai Rp11, 2 juta diamankan dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Polres Simalungun yang dilakukan oleh Unit Optional Unit Tipikor Satreskrim Polres Simalungun, Jumat (2/10) sekira pukul 15.00 WIB.

ES, diamankan dari sebuah warung di Nagori Mariah Buttu, Kecamatan Silou Kahean, saat sedang menerima uang dari warga yang memasang aliran sambungan air, yang seharusnya gratis.

Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan SIK MH saat menggelar press release di Aspol Polres Simalungun, Pematangsiantar, Rabu (7/10) sekira pukul 10.30 WIB, yang didampingi oleh Kasat Reskrim Polres Simalungun AKP Ruzi Gusman SIK dan Kanit Tipikor Iptu S Pinem, dengan menhadirkan tersangka ES dan barang bukti uang tunai Rp 11,2 juta dan 1 unit handphone.

“Sesuai dengan data yang kita dapat, PDAM Tirta Lihou Kabupaten Simalungun melakukan pemasangan sekitar 2.000 instalasi air kepada masyarakat. Berkat informasi dari media, ada laporan dari pihak LSM dan masyarakat sendiri. Tersangka ES sudah menyampaikan kepada Kabagnya, bahwanya sesuai SK dari Dirut sudah mengatakan tidak ada pungutan, namun Kabagnya memerintahkan kepada ES dalam hal ini sebagai Kasir bertindak sebagai pemasang dan pengutip,” terang Marudut.

Dijelaskan Marudut, saat ini pihaknya sudah menetapkan ES sebagai tersangka.

Pihaknya akan melakukan pengembangan terhadap sejumlah pihak di PDAM Tirta Lihou, termasuk kepada jajaran Direktur. Dirut PDAM Tirta Lihou yang baru sudah dipanggil untuk dimintai keterangan, namun pihaknya hingga saat ini belum hadir di Mapolres Simalungun.

“Masih panggilan yang pertama buat Dirut. Nanti akan dilakukan pemanggilan yang ke-2, untuk pemanggilan ke-2 setelah 3 hari setelah pemanggilan pertama, jika tidak hadir juga maka terpaksa dengan upaya penjemputan paksa,” tandas Marudut.

Saat ditemui Kasat Reskrim Polres Simalungun AKP Ruzi Gusman SIK, kepada kru koran ini mengatakan bahwa OTT yang dilakukan oleh pihaknya mengungkap kasus adanya transaksi yang dilakukan oleh oknum PDAM Tirta Lihou Simalungun atas pemasangan sambungan air kerumah warga yang seharusnya dan sepenuhnya gratis.

“Pada Tahun Anggaran 2018, Pemerintah Pusat ada melaksanakan program hibah air minum perkotaan untuk pemasangan sambungan rumah (SR) instalasi air minum kerumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), untuk Nagori Sinasih ditetapkan ada 34 KK yang berhak mendapatkannya,” kata Ruzi.

Dilanjutkannya, program tersebut pembiayaannya berasal dari Pemerintah Pusat, yakni pemasangan SR 1 s/d 1.000 MBR disubsidi Rp 2 Juta, dan pemasangan SR 1.000 s/d seterusnya disubsidi Rp3 Juta, ditambah lagi dengan pembiayaan dari Pemerintah Kabupaten Simalungun sendiri. Dalam program ini pelaksananya adalah PDAM Tirta Lihou. Pembayarannya dilaksanakan setelah dilakukan diverifikasi dan diajukan pencairannya ke Kementrian Keuangan. (adi/esa)

Bagikan: