Kesal, Tante Benturkan Kepala Ponakan ke Dinding Kamar Mandi

Bagikan:
Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan SIK MH didampingi Kasat Reskrim AKP Ruzi Gusman SIK, Kapolsekta Tanah Jawa Kompol H Panggabean dan Kanit Reskrimnya Iptu Jaresman Sitinjak SH MH. (Adi)

MetroSiantar.com – Kasus penganiayaan anak di bawah umur yang terjadi di Tanah Jawa, pada Kamis (1/10) sekira pukul 17.00 WIB yang lalu, ternyata hanya karena emosi pelaku RN (13) terhadap 3 orang korban yang merupakan anak dari kakaknya.

Akibatnya, salah satu korban Karolina Sigalingging (3,6) meninggal dunia, setelah sempat mendapatkan perawatan medis di RS Harapan Pematangsiantar.

“Awalnya kita mendapatkan laporan bahwa korban meninggal dunia karena akibat terjatuh. Namun ada kecurigaan kami ada penyebab lain sebagai penyebab kematiannya, sehingga saat korban akan dikebumikan, kami minta agar jenazah korban diautopsi, hingga kami mendapatkan hasil keterangan dari pihak Forensik RSUD Djasamen Saragih menyebutkan bahwa korban meninggal karena adanya pendarahan di bagian kepala,” kata Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan SIK.

Dijelaskan Marudut, kejadian terjadi di rumah Parulian Nababan, yang merupakan Oppung korban, warga Huta III Silau Bosar, Nagori Bosar Nauli, Kecamatan Hatonduhan. Sore itu sekira pukul 17.00 WIB mengajak korban untuk mandi, namun korban sulit diatur oleh pelaku hingga membuat pelaku emosi dengan menonjok kepala korban. Kemudian korbanpun menangis sejadinya. Tak berhenti sampai disitu, diduga karena korban menangis membuat pelaku semakin emosi lalu menjambak rambut korban sambil membenturkan bagian belakang kepala korban ke tembok bak kamar mandi sebanyak 2 kali.

Diduga karena rasa sakit yang diderita korban membuat korban terus menangis, walaupun sudah ada bujukan dari pelaku korban tidak berhenti menangis. Suara tangisan korban ternyata membuat pelaku kembali emosi dan kembali menganiaya korban dengan mendorong kepala korban kebelakang dan membenturkannya kembali ke tembok bak kamar mandi sebanyak 1 kali dengan sekuat tenaga hingga membuat tubuh korban terpental dan terjatuh tidak berdaya lagi.

Selanjutnya korban dilarikan ke Puskesmas terdekat, namun karena lukanya sangat serius , membuat pihak Puskesmas meminta kepada pihak keluarga agar membawanya kerumah sakit yang berada di Pematangsiantar, dan korban pun kembali dibawa ke RS Harapan Pematangsiantar. Namun, setelah menjalani perawatan secara intensif selama 3 hari, Sabtu (3/10) sekira pukul 20.00 WIB, korban menghembuskan nafas terakhirnya dirumah sakit tempatnya dirawat.

“Ada 3 anak yang menjadi korban akibat perbuatan pelaku. Selain korban Karolina Sigalingging, adik korban PS (5) dan LS(9). Namun kedua korban yang lain ini hanya menderita luka-luka memar yang diduga bekas dari perbuatan pelaku yang telah menganiaya kedua korban tersebut,” terang Marudut.

Dijelaskan Marudut, pelaku RN yang masih duduk dibangku kelas II SMP itu merupakan Tante korban. Nantinya akan diterapkan sistem peradilan anak, dengan jeratan sangkaan pasal 80 ayat (3) jo pasal 76 C UU RI No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Sementara Kanit Reskrim Polsekta Tanah Jawa Iptu Jaresman Sitinjak SH MH kepada kru koran ini menyebutkan, diketahui korban yang meninggal dunia dan 2 yang terluka merupakan 3 dari 4 orang anak dari Masda Nababan, yang telah dititipkan kepada orang tuanya dan satu rumah dengan pelaku (adik ibu korban) sejak Juli 2018. Ibu korban akan bekerja di Siborong-borong. Sedangkan ayah dari korban saat ini sedang menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan akibat kasus narkoba. (adi/esa)

Bagikan: