Pasca OTT Pegawai PDAM Tirta Lihou, 17 Penerima Hibah Diperiksa Polisi

Bagikan:
Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan SIK MH, didampingi Kasat Reskrim AKP Ruzi Gusman SIK dan Kanit Tipikor Iptu S Pinem, saat menggelar press release terkait OTT. (Adi)

MetroSiantar.com – Pihak Polres Simalungun memeriksa 17 warga penerima manfaat program hibah air minum perkotaan 2018 masyarakat berkemampuan daerah (MBR) di Kabupaten Simalungun, pasca operasi tangkap tangan (OTT) Edison Saragih, seorang pegawai PDAM Tirta Lihou.

Edison Saragih, pegawai PDAM Tirta Lihou yang bertugas di Kecamatan Silau Kahean, tertangkap saat memungut uang dari calon pelanggan penerima hibah sebesar Rp11,2 juta, Jumat (2/10). Pemerintah Pusat, untuk tahun anggaran 2018, menghibahkan pemasangan sambungan rumah instalasi air minum ke rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) untuk 34 warga Nagori Sinasih, Kecamatan Silau Kahean. Program ini seharusnya gratis, namun di lapangan dipungut sebesar Rp1,5 juta per kepala keluarga.

Kasat Reskrim Polres Simalungun AKP Rudi Gusman SIK mengatakan, pihaknya masih melakukanpenyelidikan lebih lanjut.

“Kita masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus tersebut,” katanya, Kamis (8/10).

Dijelaskan Rudi, hingga saat ini pihak Unit Tipikor Satreskrim Polres Simalungun sudah melakukan pemeriksaan terhadap 17 orang saksi-saksi, yakni warga yang menerima program dan memberikan uang. Namun, pihaknya belum ada menetapkan tersangka baru.

Sebelumnya, Kapolres Simalungun AKBP Marudut Liberty Panjaitan SIK MH didampingi Kasat Reskrim AKP Rudi Gusman SIK dan Kanit Idik III/Tipikor Iptu S Pinem SH, menjelaskan, ES diamankan dari sebuah warung di Nagori Mariah Buttu, Kecamatan Silou Kahean, saat sedang menerima uang dari warga yang memasang sambungan air.

“Sesuai dengan data yang kita dapat, PDAM Tirta Lihou Kabupaten Simalungun sudah melakukan pemasangan sekitar 2.000 instalasi air kepada masyarakat. Berkat informasi dari media, ada laporan dari pihak LSM dan masyarakat sendiri. Tersangka ES sudah menyampaikan kepada Kabagnya, bahwanya sesuai SK dari Dirut sudah mengatakan tidak ada pungutan, namun Kabagnya memerintahkan kepada ES dalam hal ini sebagai Kasir bertindak sebagai pemasang dan pengutip,” terang Marudut.

Sementara Dirut PDAM Tirta Lihou Betty Rodearni Sinaga saat dihubungi via telepon mengatakan, pihaknya sudah meniadakan pengutipan terhadap penerima program hibah pemasangan instalasi baru sarana air minum.

‘Setelah saya memimpin, sudah saya perintahkan untuk digratiskan. Tidak ada pungutan. Jika ada yang masih melakukan pemungutan, kami tidak bertanggungjawab,” katanya. (adi/esa)

Bagikan: