Peredaran 38 Kg Sabu di Sumut Dikendalikan dari Malaysia

Kapolda Sumut bersama jajarannya saat pemaparan pengungkapan peredaran sabu 38 kilogram.

MetroSiantar.com-Ditresnarkoba Polda Sumatera Utara (Sumut) mengungkap sindikat narkoba jaringan internasional. Dalam pengungkapan kasus tersebut, sabu seberat 38 kilogram disita.

Peristiwa Berawal dari adanya informasi tentang jaringan sindikat Internasional yang akan mengedarkan narkotika golongan I jenis sabu di wilayah hukum Polda Sumut. Kemudian, dilakukan penyelidikan secara intensif terhadap informasi tersebut selama tiga pekan.

“Barang bukti seberat 38 Kg dan jumlah tersangka sebanyak 14 orang (diamankan),” ujar Kapolda Sumut, Irjen Paulus Waterpauw di Mapolda Sumut, Rabu (6/12).

Pada saat penangkapan, polisi menembak tiga orang dengan dua tersangka terluka dan satu orang tewas. Saat ini, seluruh tersangka sudah diamankan di Mapolda Sumut, yang salah satunya adalah Kapolsek Lolowau, AKP BS (44).

“2 orang oknum Polri juga jadi tersangka. Seluruh tersangka merupakan sindikat internasional yang dikendalikan oleh bandar dari Malaysia atasnama Polytron. Polisi akan terus melakukan penyelidikan dan penyidikan lanjut terhadap para pengendali jaringan internasional yang berada di Malaysia,” tutup Irjen Paulus.

Sementara Kapolsek Lolowau, Nias Selatan AKP BS dan 13 rekannya yang terlibat pengedaran narkoba jaringan Internasional Malaysia-Indonesia, terancam hukuman pidana 5 tahun hingga hukuman mati.

Beratnya hukuman kepada mereka sesuai dengan jumlah barang bukti narkoba jenis sabu seberat 38 kilogram (Kg) yang akan diedarkan di wilayah Indonesia.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Rina mengatakan, 14 tersangka itu melanggar Pasal 114 Ayat (2) Subs Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Ancaman hukuman pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun atau pidana mati, pidana seumur hidup serta pidana denda paling sedikit Rp1 miliar,” kata Rina, Rabu (6/12).

Satu dari 14 tersangka telah lebih dulu mendapat “hukuman mati” dari pihak Polda Sumut. Dia adalah MDS, rekan yang berada dalam satu mobil dengan AKP BS.

“MDS ditembak karena melawan petugas saat akan melakukan pengembangan untuk mencari barang bukti narkoba,” sambungnya. (syaf/ms)

 

 

 

Loading...