Sumut Peringkat Kedua Peredaran Narkoba

Irjen Polisi Arman Depari sesuai diskusi publik bertema ‘Narkoba Perang Zaman Now’ di Kampus UISU, Medan.

MetroSiantar.com – Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menduduki peringkat kedua untuk peredaran narkoba di Indonesia.

“Dari hasil survei tahun 2017, Sumut menduduki peringkat kedua jumlah peredaran narkoba. Sedangkan peringkat pertama adalah DKI Jakarta,” ungkap Deputi Pemberantasan BNN RI Irjen Polisi Arman Depari, sesuai diskusi publik bertema ‘Narkoba Perang Zaman Now’ di Kampus UISU Jalan Sisingamangaraja, Medan, Jumat (11/5). Menurut Arman, peredaran narkoba masuk ke wilayah Sumut kebanyakan melalui pelabuhan-pelabuhan ‘tikus’ atau kecil.

“Pelabuhan tikus di Sumut cukup banyak, dan kita sudah berkoordinasi ke instansi terkait. Namun, belum memprioritaskan persoalan narkoba. Padahal, dampaknya sangat besar dan membahayakan masa depan bangsa,” ujarnya.

Arman menuturkan, Sumut sangat pesat untuk peredaran narkoba. Selain banyaknya pelabuhan-pelabuhan ‘tikus’ di pantai timur Sumatera, Sumut juga salah satu daerah yang dekat dengan Malaysia. Karena, narkoba mayoritas itu berasal dari luar negeri.

“Pada tahun 2015 peringkat kedua peredaran narkoba ditempati oleh Kalimantan Timur. Kini, tahun 2017 diduduki oleh Sumut,” cetusnya. Arman mengatakan, di luar Sumut, daerah yang mayoritas kota pelajar seperti Yogyakarta juga sudah dimasuki para bandar narkoba.

“Bahkan, Yogyakarta yang dikenal sebagai kota pelajar sudah menduduki peringkat ke tujuh di Indonesia untuk peredaran narkoba,” ungkapnya. Oleh karena itu, Arman menilai, Indonesia sudah memasuki status bahaya narkoba. Ditambah lagi, setiap hari puluhan orang meninggal sia-sia karena penggunaan narkoba.

“Per hari ada 37-40 orang meninggal sia-sia karena penyakit yang ditimbulkan narkoba di Indonesia. Saraf pada otak kita langsung diserangnya. Narkoba tidak mengenal umur, jenis kelamin, tidak mengenal anak-anak, semua jadi sasaran,” tandasnya. (ps)

Loading...