Ahli Waris Tingkat Pertama Tidak Ada, Santunan Korban KM Sinar Bangun Tidak Disalurkan

Idrus Marham

MetroSiantar.com – Ahli waris 140 korban KM Sinar Bangun yang tenggelam di Perairan Danau Toba, secara bertahap akan menerima santunan dari Kementrian Sosial sebesar Rp15 Juta. Sementara 18 yang selamat akan menerima Rp2,5 juta.

Usai menyerahkan santunan secara simbolis serta menyapa keluarga korban, Menteri Sosial Idrus Marham didampingi Bupati Simalungun JR Saragih menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh tim yang bekerja keras untuk melakukan pencarian, dan pendataan, hingga penyerahan santunan.

Dalam kesempatan itu Idrus Marham menyampaikan turut berduka atas nama pemerintah, dan berharap keluarga besar korban mengiklaskan dari dalam hati.

Sementara Bupati Simalungun JR Saragih menambahkan, pihaknya sudah mengusulkan kepada pemerintah agar seluruh keluarga 164 korban dapat menerima santunan. Namun hingga saat ini, merujuk peraturan, sebanyak korban tidak memiliki ahli waris tingkat pertama yakni orangtua atau anak dari korban. Sebab ada korban yang meninggal merupakan satu keluarga.

Sementara pihak BRI dan Kementrian Sosial yang menyampaikan teknis menyampaian santunan, menjelaskan, santunan senilai Rp3 Miliar lebih sudah berada di rekening BRI dan siap disalurkan setelah seluruh syarat pencairan dilengkapi pewaris.

“Untuk wilayah Simalungun, Kota Siantar dan Samosir dapat mengambil di BRI Cabang Pematangsiantar. Sementara untuk daerah lain, dapat mengambil di BRI terdekat sesuai dengan alamat korban,”kata seorang pria yang merupakan wakil pihak BRI.

Pemkab Samosir Serahkan Santunan

Tali Kasih diserahkan kepada 10 orang korban yaitu 7 orang yang hilang dan 3 orang yang selamat yang merupakan warga Kabupaten Samosir, 1 orang korban hilang warga Simalungun tetapi bekerja di Samosir sebagai anggota TNI.

Sumber tali asih ini berasal dari bantuan masyarakat yang diterima di Posko Pemerintah Kabupaten Samosir di Pelabuhan Simanindo,baik dari masyarakat dan ASN Pemkab Samosir diserahkan secara langsung maupun melalui transfer melalui rekening posko senilai Rp128.160.000 dan dari APBD Kabupaten Samosir Rp48.000.000.

Bantuan yang dikumpulkan secara sukarela dari masyarakat dan para ASN di Pemkab Samosir dan dari APBD dengan rincian untuk korban hilang 6 orang warga Samosir atas nama Jaudur Simarmata, Ami Elisabet Sitindaon, Tiar Silaban, Gratis Simarmata, Jaya Sidauruk, dan Sahala Marbun, masing -masing mendapat Rp17.520.000. Bantuan berupa barang untuk keluarga yang selamat yakni Poltak Sagala, Reider Malau, dan Dino Aritonang, masing-masing Rp4.375.000. Untuk warga Simalungun yang bekerja di Samosir sebagai anggota TNI atas nama Obet Pangihutan Hutauruk sebesar Rp9.915.000.

Hadir Forum Koordinasi Pemerintah Kabupaten Samosir, Bupati Samosir Rapidin Simbolon, Wakil Bupati Samosir Juang Sinaga, Kajari Samosir Edward Malau dan Pejabat Penghubung Dandim 0210/TU.

Bupati Samosir Rapidin Simbolon mengatakan, ini merupakan rasa peduli Pemkab Samosir kepada para korban. (esa)