Masyarakat Unjuk Rasa di Kantor Bupati Tolak Pergantian Nama Bandara Silangit

Alfredo Sihombing
Masyarakat Pariksabungan unjuk rasa di kantor Bupati Taput, mempertahankan nama Bandara Internasional Silangit.

MetroSiantar.com – Ratusan masyarakat dan tokoh adat Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Tapanuli Utara, Rabu (12/9) sekira pukul 11.00 WIB. Mereka menyampaikan hal penolakan pergantian nama Bandara Internasional Silangit menjadi Bandara Internasional Raja Sisingamangaraja.

Amatan wartawan, ratusan masyarakat yang menggelar aksi unjuk rasa membawa spanduk dan poster berbagai macam tulisan yang menyatakan menolak keras pergantian nama Bandara Internasional Silangit. Melalui tulisan di poster tersebut, mereka menyampaikan aspirasinya kepada Menhub, Presiden RI, dan kepada Bupati Tapanuli Utara.

Pongat Simanjuntak, selaku ketua aksi, mengatakan, Sibangitni Pohan pada zaman penjajahan Belanda khususnya Toga Sihombing ikut berjuang melawan penjajahan Belanda. Di mana cerita nenek moyang dulu Sibolangit singkatan Silang di langit yang artinya ‘Salib di Langit’ sehingga namanya sampai sekarang Silangit.

“Kami masyarakat adat Desa Pariksabungan dan Kenegerian Pohan menyatakan menolak keras pergantin nama Bandara Internasional Silangit menjadi Bandara Internasional Raja Sisingamangaraja XII. Serta memohon kepada Presiden Joko Widodo agar membatalkan Surat Keputusan Perhubungan nomor: 1404 Tahun 2018 tentang pergantian Bandara Internasional Silangit menjadi Bandara Internasional Sisingamangaraja XII, juga  Bupati Taput Nikson Nababan agar menerima dan menindak lanjuti aspirasi masyarakat adat Desa Parik Sabungan dan Kenegerian Pohan,” tegas Pongat Simanjuntak di depan Kantor Bupati.

Pongat juga meminta kepada Wakil Bupati Taput Mauliate Simorangkir agar mencabut persetujuan perubahan nama Bandara Internasional Silangit menjadi  Bandara Internasional Raja Sisingamangara XII dan menunjukkan nama- nama tokoh masyarakat Desa Pariksabungan yang menyetujui dan menanda tangani perubahan nama Bandara Internasional Silangit.

Menjawab aspirasi  itu Bupati Taput Nikson Nababan menyampaikan, apapun yang menjadi beban masyarakat Desa Pariksabungan harus dipedomani, namun masyarakat tetap tenang untuk menyelesaikan permasalahan.

” Surat keputusan ini akan kita tindak lanjuti dan duduk bersama. Akan membentuk tim bersama tokoh masyarakat mengenai nama Bandara Internasional Silangit,” tuturnya.

Amatan di lokasi, unjuk rasa massa berlangsung damai serta mendapat pengawalan ketat dari petugas Satpol PP dan petugas kepolisian Polres Tapanuli Utara. (as/osi)