USI Diskusi Bersama Dirjen Kemenperin Bahas Pengembangan KEK Sei Mangkei

Ist
Dirjen Kemenpenri I Gusti Putu Suryawiawan foto bersama dengan pihak Yayasan Universitas Simalungun

MetroSiantar.com – Universitas Simalungun (USI) yang dipimpin langsung Rektor USI, Prof Dr Marihot Manullang bersama Direktur Pasca Sarjana USI Dr Robert Siregar serta Dr Edisen Nainggolan dan Ir K Kataren MT menggelar diskusi hangat dengan Direktur Jenderal Ketahanan dan Pengembangan Akses Internasional (Dirjen Kemenperin) I Gusti Putu Suryawiawan. Topik yang dibahas berkaitan dengan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei.

Diskusi ini dilakukan ditengah kunjungan kerja Dirjen Kemenperin ke USI, Jumat (9/2) ke USI dalam rangka penyerahan dua unit mesin Toyota ke pihak USI untuk dipergunakan meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) lulusan USI itu sendiri.

“Diskusi yang kita lakukan bagaimana kita sebagai perguruan tinggi menjadi bagian dalam peningkatan mutu industri ditengah bisnis industrial global area,” kata Robert Siregar, Minggu (11/2).

Perubahan lingkungan bisnis akan terjadi setiap saat, umumnya berupa gerak perubahan dari salah satu atau gabungan faktor-faktor lingkungan luar perusahaan, baik pada skala nasional, regional maupun global. Sebagian dari dampak yang timbul banyak terbukti telah mempengaruhi datangnya berbagai kesempatan usaha (business opportunities), tetapi banyak pula rekaman contoh kasus dari faktor eksternal ini yang menjadi kendala dalam berusaha (business threats and constraints).

Memasuki era liberalisasi dan globalisasi Pemerintah dan Perguruan tinggi serta pihak-pihak pengusaha harus bergandeng tangan.

Semakin kukuhnya gejala globalisasi pasar dunia yang dipengaruhi langsung oleh berbagai kebijakan liberalisasi perdagangan dan investasi, banyak membuka kesempatan berusaha bagi produsen domestik dan investor modal asing.

Dalam hal ini, USI mendapat peluang untuk bergerak menciptakan SDM unggul, profesional dan diakui secara global.

Meluasnya jaringan organisasi dan komunikasi perusahaan global beberapa tahun ini terbukti telah memberikan berbagai kesempatan berusaha bagi perusahaan-perusahaan swasta domestik di Indonesia dalam bentuk kerjasama usaha patungan dan waralaba.

Untuk kesempatan ini, USI mengemas program kerja termasuk menambah program-program studi. Salah satu langkah yang sudah dilakukan adalah saat ini Sekolah Pascasarjana sudah memiliki tiga Prodi antara lain Ilmu Perencanaan Wilayah, Ilmu Manajemen dan Ilmu Hukum. Dalam bidang teknik, kaitannya langsung dengan persoalan industri juga terus dibenahi. Nah, dengan adanya bantuan dari Kemenperin yang bekerjasama dengan PT Toyota dalam pemberian bantuan dua unit mesin Toyota diyakini mampu menambah kapasitas mengembangkan industri.

Kedepan ini, dalam kerjasama yang akan dilakukan oleh Kemenperindustrian RI, PT Kindra KEK Sei Mangke dan USI akan focus kepada pengembangan Area Global Industrial dan mendorong Wilayah sekitar dari sisi edukasi, wirausaha, dan home industri. “Dalam diskusi tersebut dibicarakan bagaimana link match USI, Kemenperin (Goverment) dan PT Kindra selaku pengelola KEK, melakukan percepatan pengembangan kawasan untuk menciptakan pusat pertumbuhan dibhinterlandnya. Untuk itu diperlukan USI melalui Pascasarjana menjadi pusat inkobator dalam pendampingan pemgembangnnya,” ucapnya. (pam/esa)

Loading...